Suara keras dari musik yang dimainkan DJ di lantai dansa sukses membuat orang-orang yang berkumpul di lantai bundar itu menggerakan tubuhnya mengikuti irama musik yang bercampur dengan suara teriakan keras dari muda mudi bahkan beberapa orangtua disana. Seberkas Gemerlap cahaya yang sesekali menyinari lantai temaram itu menciptakan suasana asyik bagi para muda mudi yang tak segan beradu pisik dengan lawan jenisnya.
Tidak jauh dari lantai dansa, masih dengan suasana temaram, seorang lelaki tengah duduk di kursi bar berusaha menghindari suasana bising dari musik di lantai dansa, meskipun semuanya sia-sia karena jaraknya terlalu dekat.
Bukannya tidak mampu menyewa ruang vip, tapi lelaki itu tidak mau kejadian kemarin kembali terulang dimana seorang jalang memanfaatkan dirinya yang mabuk di ruang vip. Yah, jalang yang ditemui Aiza itu adalah jalang yang memanfaatkannya.
Entah bagaimana caranya jalang itu berhasil membawa Gerald ke apartemennya, ia baru sadar saat jalang itu tengah berusaha membuka pakaiannya. Saat itu juga Gerald langsung mendorong wanita itu menjauh dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang merasa jijik telah disentuh oleh tangan kotor wanita itu.
Selain itu, alasan lain Gerald memilih untuk nongkrong di bar yang kebetulan sepi itu adalah karena sang bartender meruapkan teman SMA-nya sekaligus sang pemilik klub yang sudah beberapa tahun ini tidak ia temui. Sepertinya lelaki seumuran Gerald itu tengah punya banyak waktu luang hingga ia bisa menyalurkan hobinya meracik minuman di klub miliknya sendiri dan membiarkan bartendernya menari di lantai dansa.
“Lama gak datang, sekalinya dateng lo kacau kayak gini, Bro. Kata asisten gue, udah dua minggu ini lo teler disini.” Kevin, lelaki blasteran indo Belgia itu menyerahkan gelas pendek berisi cairan keemasan itu tepat dihadapan Gerald entah untuk yang ke berapa kali.
“Lo lagi ada masalah?” Tanya lelaki setengah bule itu mendudukkan dirinya di depan Gerald dengan segelas minuman yang sama dengan Gerald. Suasana bar sedang sangat lengang hingga ia bisa mengajak teman lamanya berbicara dengan santai.
“Bentar lagi gue punya anak.”
Kevin hampir saja menyemburkan minuman di mulutnya. Seorang Gerald Atmaja akan menjadi seorang ayah. Benar-benar tidak bisa dipercaya, mendengar kabar pernikahan saja sudah membuatnya terkejut, apalagi yang dinikahinya adalah Aiza, gadis yang begitu dijaganya setengah mati seperti adiknya sendiri. Sekarang, mereka akan segera punya anak. Sepertinya Reynald sudah mempengaruhi Gerald terlalu jauh.
Ah, Reynald. Dibanding Gerald, ia lebih terkejut mendengar kabar tentang Reynald yang akhirnya memiliki keluarga yang bahagia juga ... setia. Satu kata yang rasanya hampir mustahil bersanding dengan nama Reynald selama ia mengenalnya saat SMA.
“Congrats, Bro.” Ucap Kevin dengan semangat setelah ia berhasil mengendalikan dirinya dan keluar dari rasa terkejutnya. “Tapi, ngapain Lo disini saat istri Lo lagi hamil? harusnya Lo dampingin dia, suport dia, bukannya teler disini.”
Gerald tidak merespon Kevin, lelaki itu sibuk meneguk minumannya hingga kembali hampir tandas.
“Jadi, gimana rasanya mau jadi ayah? Lo pasti excited banget.” Tanya Kevin mengubah topik pembicaraannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romance"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
