BAB 45

3.7K 74 5
                                        

Halo semua! Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakan!!!

Maaf karena Mimin telat up, soalnya seharian ini sibuk kesana kemari ngekorin keluarga buat minta maaf. Perasaan Mimin gak pernah ketemu orang-orang itu, tapi tetep harus minta maaf, tapi sudahlah...!

Untuk merayakan hari ini dan sebagai permintaan maaf, Mimin up dua bab sekaligus. Sekali lagi Mimin minta maaf.

Happy Reading semua!!!

***

Rumah ini, Aiza tidak akan pernah melupakan rumah ini. Rumah berlantai dua dimana hidupnya dimulai. Ia lahir di tempat ini, dibahagiakan di tempat ini dan akhirnya tersakiti juga di tempat ini.

Suara nyanyian ulang tahun menarik perhatian Aiza, gadis itu berjalan ke arah suara dimana ada banyak anak kecil yang tengah bernyanyi. Di atas panggung ia bisa melihat seorang gadis kecil berkostum princess lengkap dengan mahkotanya tengah tersenyum bahagia sembari sesekali menoleh ke samping dimana seorang lelaki dan perempuan berdiri mengapitnya.

Saat lagu berhenti, gadis kecil itu menutup mata seperti tengah meminta sesuatu, setelah selesai gadis itu kembali membuka mata dan dengan semangat meniup lilin angka lima itu. Semua orang bertepuk tangan riuh membuat senyum di wajah sang putri kecil semakin lebar.

Melihat senyuman itu tanpa sadar seulas senyum terbit di wajah Aiza. Hatinya ikut menghangat melihat kebahagian gadis kecil itu, terlebih saat sang ayah memberikan kado spesial, sebuah kalung berbentuk setengah hati dengan tulisan namanya.

Gadis kecil itu semakin bersemangat saat ibunya menunjukan kalung yang sama dengan tulisan Salina. Ternyata kalung itu adalah kalung pasangan. Dengan tidak sabaran, ia meminta ayahnya untuk memasangkannya.

Tapi belum sempat terpasang, tubuh Aiza ditarik paksa menuju lantai atas. Disini, ia melihat gadis kecil itu menangis. Ia melihat kearah tatapan gadis itu, lelaki yang tadi memberikan kebahagiaan padanya tengah berpelukan mesra dengan seorang wanita, tapi bukan ibunya.

Wanita cantik yang mirip dengan gadis kecil itu baru saja keluar dari sebuah kamar. Wanita bermata almon itu sedikit terhenyak melihat pemandangan didepannya, tapi kemudian berusaha untuk terlihat tegar dan segera memeluk putrinya.

Lelaki itu hanya menatap dingin  ibu dan anak itu, dengan tanpa perasaan, lelaki itu menarik wanita seksi disampingnya untuk memasuki kamar. Aiza tidak tahan melihat tangisan gadis kecil itu, ia berniat untuk menggedor pintu kayu itu. Tapi lagi-lagi, tubuhnya ditarik paksa ke tempat lain.

Kali ini ia di tarik ke tempat lai, bukan rumah yang sebelumnya, tapi ia ditarik ke rumah kakeknya. Aiza melirik ke sekitar, ada banyak sekali pecahan kaca yang berserakan juga beberapa pigura foto yang sudah tidak berbentuk. Ia melihat ke dinding, dilihatnya foto pernikahan kedua orang tuanya juga foto kebersamaan mereka berdua menghilang. Beberapa foto lain yang berada di atas meja dan lemari juga ikut menghilang.

Suara langkah kaki dan dan koper yang digeret mengalihkan perhatian Aiza. Gadis itu menoleh ke arah suara, dilihatnya wanita yang tadi memeluk putrinya itu berjalan melewatinya setelah memberikan tatapan penuh kebencian kearahnya. Entah kenapa, melihat tatapan itu hati Aiza terasa tersayat. 

“Ibu mau pergi?” Tanpa sadar Aiza bertanya dan memanggil wanita itu dengan panggilan ibu. Yah, Aiza ingat, wanita yang mirip dengannya itu adalah ibunya, Salina.

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang