BAB 69

2.7K 88 7
                                        

Sunyi, Aiza menatap langit sunyi tanpa bintang yang menemani bulan. Beruntunglah bulan masih memiliki matahari yang masih mau meminjamkan sedikit cahaya, tapi ternyata hal itu malah membut Aiza kasihan melihat bulan. Cahaya itu membuat bulan terlihat menyedihkan dan sendirian karena hanya ia menjadi satu-satunya yang terlihat di tengah gelapnya malam.

Sama sperti dirinya, ada banyak orang yang mencurahkan kasih sayangnya pada dirinya, memberikannya perhatian, tapi nyatanya, hal itu malah membuatnya semakin menyadari kalau ia hanya sebatang kara di dunia ini.

“Bulannya indah yah, Aiza?”

Aiza menoleh kesamping, tepatnya kearah ayunan yang seingatnya masih kosong saat ia duduk disana. Setenggelam itukah ia menyelami pikirannya hingga tidak menyadari Michel yang sudah duduk disampingnya.

“Indah, tapi menyedihkan.” Balas Aiza mengutarakan pendapatnya.

“Supaya perut kamu agak enakan.” Dengan senyum tulusnya, Michel menyodorkan secangkir minuman yang dari aromanya Aiza bisa menebak kalau itu adalah minuman jahe.

“Makasih, Kak.” Tanpa ragu, Aiza menerima teh itu dan meneguknya.

Benar saja, perutnya yang semula sangat mual setelah menghirup aroma dari udang asam manis masakan Michel seketika terasa hangat dan sedikit yaman.

“Bagaimana? Bulannya masih menyedihkan?” Tanya Michel dengan tatapan yang tidak lepas dari bulan purnama di atas mereka.

“Yah, tapi mungkin besok ia tidak akan sendirian lagi.” Jawab Aiza sembari melihat pantulan cahaya bulan di mata Michel.

Sama seperti bulan itu, Michel juga pernah benar-benar sendirian, tapi kemudian Reynald dan Reyna hadir dihidupnya membuatnya tidak lagi sendirian dan menyedihkan. Aiza juga sama, sebentar lagi ia tidak akan sendirian, akan ada anaknya yang hadir dihidupnya dan mungkin menjadi bintang hatinya sama seperti Reyna yang manjadi bintang untuk Michel.

“Mood wanita hamil memang selalu paling beda, yah.”

Uhuk uhuk

Seketika Aiza terbatuk parah tersedak oleh minuman jahe yang langsung membuat tenggorokannya panas.

Melihat itu, Michel langsung panik dan segera beranjak dari tempatnya mendekati Aiza lalu menepuk-nepuk pelan punggung Aiza. “Za, kamu gapapa?”

Apa ini? Kenapa Michel bisa mengatakan itu seolah wanita itu tahu tentang kehamilannya. “Apa maksud Kakak?” Tanya Aiza setelah batuknya mereda.

“Kakak baru aja mengalami proses itu Aiza. Dan meskipun Reynald bukan dokter kandungan, tapi dari gejala yang dia lihat, dia tahu kamu hamil.” Jelas Michel yang membuat Aiza semakin terkejut dibuatnya.

Michel bersimpuh didepan Aiza lalu  meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya. Aiza yang merasakan genggaman tangan itu langsung tersadar dari keterkejutannya dan menunduk untuk membalas tatapan Michel.

“Aku tahu apa yang terjadi antara kamu dan Gerald juga rencana perceraian kalian. Tapi satu hal Aiza, Gerald berhak tahu dan harus tahu apa yang ada di rahim kamu. Kamu harus kasih tahu dia.”

“Kalian belum kasih tahu Gerald?” Ada rasa lega di hati Aiza melihat gelengan pelan dari Michel, itu artinya ia masih bisa memikirkan untuk memberi tahu Gerald ataupun tidak.

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang