SRET
BUG
Entah kapan dan bagaimana, tiba-tiba saja tubuh Aiza ditarik paksa oleh Gerald yang sudah ada dibelakangnya. Lalu tanpa aba-aba lelaki itu memukul rahang Stevan hingga lelaki itu mundur beberapa langkah.
Gerald sudah bersiap untuk melayangkan tinjunya lagi, tapi Aiza segera menahan tubuh Gerald yang basah membuat bajunya ikut basah.
“Er, Udah!” Pekik Aiza ketakutan.
Mendengar suara panik Aiza, Gerald hanya bisa meremas tangannya kuat berusaha menurunkan amarahnya yang masih membara.
Sebuah kekehan terdengar nyaring keluar dari mulut Stevan yang sudutnya berdarah. Bukannya marah atau balas memukul Gerald, lelaki itu malah tertawa penuh kepuasan. Sepertinya lelaki itu benar-benar hobi membuat Gerald meledak seperti ini.
Belum cukup sampai disitu, lelaki itu kembali berulah dengan mengucapkan sesuatu yang membuat Gerald kembali naik pitam. “Lo tahu? Istri Lo bilang dia mau nikah sama gue setelah kalian cerai nanti.”
“BRENGSEK!” Gerald kembali melayangkan Bogeman mentahnya kearah Stevan, tapi kali ini Stevan menahannya masih dengan seringaian di wajahnya.
“Andai gue gak punya Amanda, mungkin gue akan terima lamaran itu. istri lo cukup menarik.” Lanjut Stevan sembari melirik Aiza yang berada di belakang Gerald.
BUG
Tubuh Stevan kembali terdorong kebelakang, kali ini karena tendangan Gerald di perut lelaki itu. Aiza langsung menarik tubuh Gerald untuk menjauh dari Stevan.
“Udah, Er! Cukup!”
“Kenapa? Lo gak suka calon suami masa depan Lo babak belur, hah?” Balas Gerald dengan suara tinggi.
“Er, Lo...”
“Gerald!” Amanda tiba-tiba masuk memotong kata-kata Aiza yang ingin menjelaskan situasinya. “bathroob kamu ketinggalan.” Amanda menyodorkan jubah mandi berwarna putih itu pada Gerald.
Gerald melihat Amanda sekilas lalu menarik bathroob itu kasar dan langsung pergi dari tempat itu sembari mengenakan bathroobnya untuk menutupi tubuh bagian atasnya yang telanjang.
Aiza mendesis keras lalu menyusul Gerald setelah memberikan tatapan menusuknya pada Stevan yang masih tersenyum palsu. Di dunia ini, tidak ada orang yang paling menyebalkan kecuali Stevan, bahkan Oma Rosa kalah menyebalkan dari lelaki itu.
Stevan dan Amanda tidak melepaskan perhatian mereka dari Gerald dan Aiza hingga keduanya menghilang dibalik pintu.
“Kenapa kamu ngelakuin itu?” Tanya Amanda yang tadi sempat mendengar perkataan Stevan yang memprovokasi Gerald.
Stevan menurunkan sudut bibirnya dan mberbalik menghadap Amanda. “Aku gak tahu.”
“Kamu suka sama Aiza?”
Cukup lama Stevan terdiam seperti terhenyak dengan pertanyaan Amanda.
“Pemotretan kamu udah seleai, kan?” Tanya Stevan mengalihkan pembicaraan.
Amanda hanya mengangguk. Ia tahu, Stevan tidak mau menjawab pertanyaannya.
Keduanya langsung pergi mengikuti langkah Aiza dan Gerald untuk keluar dari ruangan itu. Sepanjang perjalanan, tidak hentinya Amanda melihat kearah Stevan dan menerka-nerka tentang perasaan lelaki itu untuk Aiza. Entah kenapa, ada setitik rasa tidak suka di hati Amanda ketika ia membayangkan Stevan benar-benar menyukai Aiza.
***
“Er, tunggu! Gue mau jelasin semuanya.” Teriak Aiza sembari berlari untuk mengimbangi langkah lebar Gerald.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Любовные романы"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
