Dan disinilah Aiza berada sekarang, di kantin rumah sakit yang mulai sepi karena hari sudah malam. Aiza akhirnya menuruti permintaan Salina, bukan karena ia sangat ingin berbicara dengan ibunya, tapi ia hanya ingin melihat seberapa besar perhatian wanita itu untuk Amanda.
Aiza duduk diam memperhatikan wanita didepannya yang tengah menulis sesuatu di kertas panjang yang Aiza tahu pasti itu adalah sebuah cek, lalu merobeknya dan diletakannya tepat didepan Aiza.
“Tinggalkan Gerald untuk putri saya.”
Ingin sekali Aiza tertawa terbahak melihat kelakuan wanita dihadapannya. Penampilannya memang elegan dan berkelas, tapi ia tidak menyangka kalau wanita itu bisa melakukan hal kampungan seperti ini. Alhasil, Aiza hanya bisa tertawa pelan, takut mengganggu beberapa orang yang tengah makan disekitar mereka.
“Saya memang anak yatim piatu, tapi saya tidak kekurangan uang sedikitpun.” Ucap Aiza menegaskan bahwa ia juga sudah membuang Salina dari hidupnya, sama seperti wanita itu yang membuang Aiza dari hidupnya.
“Yah, parasit keluarga Atmaja memang tidak akan kekurangan uang.” Wanita itu lalu kembali menarik ceknya dan memasukannya kembali kedalam tas mahalnya.
Sepertinya Salina sudah tahu tentang Gerald dan latar belakang lelaki itu.
Aiza mendengus keras. “Sepertinya, anda berpengalaman sekali yah, menjadi parasit keluarga Atmaja.” Balas Aiza tidak kalah pedasnya.
Ia tidak peduli lagi dengan yang namanya sopan santun. Dia hanya berusaha menamengi dirinya dengan kata-kata kasarnya berharap wanita didepannya itu akan tahu kalau Aiza tidaklah selemah itu.
“Jaga bicaramu!” Bentak wanita itu tidak terima yang malah membuat salah tu sudut bibir Aiza semakin terangkat karenanya.
“Untuk apa? Untuk apa saya menjaga bicara saya? Anda bukan siapa-siapa saya, bukan orang yang pantas dan harus saya hormati.”
“Terserah kamu. Yang saya mau, kamu harus meninggalkan Gerald dan berhenti menjadi orang ketiga sama seperti ayahmu.”
Aiza menghela napas dalam, bisa Aiza tebak bahwa wanita dihadapannya ini belum tahu apa yang terjadi sebenarnya hingga ia berani menuduh Aiza seperti ini dan dengan beraninya membawa nama ayahnya.
“Yang menjadi orang ketiga itu bukan saya, tapi putri anda. Sedari awal, dia sendiri yang menyerahkan Gerald pada saya, sekarang dia menyesal lalu menjadi orang ketiga di kehidupan pernikahan saya dan suami saya.” Jelas Aiza berusaha memberitahu hal yang sebenarnya terjadi.
“Apapun itu, saya akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putri saya. Dan lagi, Gerald sepertinya lebih memilih Amanda daripada kamu.”
Aiza mendengus geli dibuatnya. “Melihat bagaimana anda mau bersusah payah menemui saya, sepertinya anda takut Gerald akan memilih saya. Kenapa? Anda tidak yakin dengan putri anda sendiri?” Tanya Aiza dengan nada penuh penekanan di tiga kata terakhirnya.
“Sepertinya wanita sepertimu memang tidak punya rasa malu. Jadi tidak ada gunanya lagi saya berbicara dengan kamu.” Wanita itu mengambil tasnya bersiap untuk meninggalkan tempat itu.
“Kenapa anda begitu membenci saya? Apa salah saya hingga anda begitu membenci saya?” Tanya Aiza menghentikan wanita itu yang akan beranjak dari tempatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romantizm"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
