BAB 36

3.7K 90 4
                                        

 


Aku yang rencanain itu semua untuk bisa lepas dari kamu.” Ungkap Amanda membuat Aiza juga Gerald tercengang.


Bak tersambar petir disiang bolong keduanya diam membatu. Otak mereka seperti beku dan tidak bisa mencerna kata-kata Amanda, atau lebih tepatnya, mereka mencoba untuk menyangkal semua kenyataan itu.

Tanpa sengaja, tatapan Aiza bertemu dengan Amanda. Aiza mencoba mencari kebenaran dari mata itu dan yang ia lihat hanyalah sebuah penyesalan dan rasa bersalah. Meskipun bukan Aiza yang dikhianati, tapi hatinya ikut hancur melihat sahabatnya dihancurkan seperti itu oleh orang yang sangat ia cintai.

Hingga suara pukulan Gerald kembali terdengar, lelaki itu kembali memukuli Stevan secara membabi-buta. Amanda terus berteriak untuk Gerald berhenti, tapi tidak digubris Gerald. Sementara Aiza. Gadis itu hanya diam memperhatikan, ia tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukan Gerald pada Stevan. Setelah semua yang terjadi, Stevan pantas mendapatkan itu semua.

Tapi sayangnya, beberapa crew mulai berdatangan untuk memisahkan mereka. Jika saja kedua orang itu tidak dipisahkan, mungkin Stevan sudah mati di tangan Gerald.

“Lepasin gue! Dia harus mati!” Teriak Gerald sembari memberontak, hampir saja dua orang yang memeganginya terpental karena kerasnya rontaan Gerald.

“Lo yang harusnya mati Gerald. Tanpa ketemu sama lo mungkin hidup Amanda akan lebih bahagia tanpa tekanan dari bokap lo.” Balas Stevan yang sepertinya sudah setengah sadar. Lelaki itu bermaksud untuk kembali melanjutkan perkataannya, tapi terhenti karena Amanda yang tiba-tiba memeluknya.

Aiza melirik kearah Gerald, rontaan lelaki itu melemah, sorot matanya menggambarkan bagaimana hancur dan porak poranda hatinya. Melihat itu, jantung Aiza terasa diremas tangan tak kasat mata. Ini adalah kali pertama Aiza melihat genangan air mata memupuk di sudut mata Gerald.

“Kamu bikin aku ngorbanin dia demi kamu. Dan ini yang aku dapat dari pengorbanan itu? Pengkhianatan.” Ucap Gerald dengan suara getir.

Amanda melepaskan pelukannya dari Stevan, dengan wajah penuh air mata ia berbalik dan menatap Gerald. Hanya satu kata penuh penyesalan yang keluar dari mulutnya. “Maaf!”

“Pengkhianatan ini gak lebih menyakitkan dari apa yang sudah aku korbankan demi kamu, Amanda.” Dan saat itu, air mata yang coba Gerald tahan akhirnya jatuh.

Setelahnya, Gerald meminta untuk dilepaskan, dua orang  yang memegangi Gerald itu saling menatap dan mengangguk lalu melepaskan Gerald karena dirasa Lelaki itu sudah lebih tenang dan tidak membahayakan. Dengan tatapan penuh luka, Gerald menatap Aiza sekilas, lalu lelaki itu menunduk dalam sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu dengan penuh penyesalan.

*

“Gimana? Udah ada jawaban, Mba?” Tanya Alan yang saat ini tengah mengemudikan mobil besar Rendi sembari sesekali menengok ke sisi jalan berharap akan menemukan Gerald atau mobilnya.

Setelah perkelahian itu, Gerald sempat mengantarkan Aiza kembali ke vila, sepanjang perjalanan lelaki itu hanya menampakan wajah marah bercampur sedih yang tidak Aiza mengerti. Rasanya, Aiza ingin mencabut duri menyakitkan itu dari hati Gerald, tapi ia tidak akan mampu. Yang bisa ia lakukan hanya diam memberikan lelaki itu ruang untuk menata perasaannya.

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang