Gila, Gerald benar-benar gila. Entah apa yang merasuki lelaki itu hingga ia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya 5 hari dipangkas menjadi dua hari. Yah, karena jadwal pemotretan kekasihnya padat, Gerald memutuskan untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk sidak dadakan ke beberapa hotel dan resort yang tersebar di seluruh pulau Bali.
Akibatnya, jam kerja Aiza mejadi lebih awal dan lebih panjang. Padahal, ia sudah sangat senang karena bisa berlibur, tapi tetap dibayar. Tapi kenyataan tidak selalu seindah ekspektasi, ia malah harus kerja lembur selama dua hari ini.
Seperti hari Kemarin, saat hampir tengah malam Gerald dan Aiza masih berkeliaran di salah satu hotel untuk menyidak hotel itu. Para pengurus hotel kalang kabut menyambut kedatangan bos besar mereka. Bahkan beberapa staf dan petinggi hotel yang sudah pulang harus kembali ke hotel hanya untuk mendengar komplenan Gerald tentang segala hal. Dari mulai komplenan sederhana hingga rumit.
Saking lelahnya, tadi pagi Aiza bangun dalam keadaan kebingungan. Seingatnya, ia tidur di mobil karena kelelahan. Tapi tadi pagi, ia bangun diatas tempat tidurnya yang empuk didalam kamar hotelnya.
Ternyata Gerald yang membopongnya ke kamar, terbukti dari jas laki-laki itu yang tertinggal di kamarnya dan masih setia menyelimuti tubuh Aiza dibalik selimut tebalnya. Ditambah dengan seorang pelayan hotel yang mengantarkannya sarapan atas perintah Gerald semalam saat lelaki itu tidak sengaja berpapasan dengan pelayan itu saat keluar dari kamar Aiza.
Dan hari ini, adalah hari terakhir dari segala penyiksaan Gerald. Untunglah agenda hari ini tidak sepadat kemarin. Hari ini mereka hanya pergi ke proyek resort baru perusahaan dan seperti kemarin mereka juga menyidak beberapa hotel. Mereka juga mengunjungi vila pribadi milik keluarga Atmaja.
Mereka baru sampai di hotel tepat pukul delapan malam. Cukup malam, tapi tidak semalam kemarin.
"Kita makan dulu." Ucap Gerald saat mereka keluar dari mobil.
"Gue makan di kamar aja. Badan gue lengket banget. Gue pengen mandi." Tolak Aiza yang sudah tidak nyaman dengan tubuh lepeknya.
"Tapi gue lagi gak mau ditolak." Tanpa persetujuan Aiza, lelaki itu menggeret Aiza menuju restoran hotel yang ada dilantai satu. Dengan terpaksa gadis itu mengikutinya.
"Gerald!"
Aiza dan Gerald menoleh ke arah teriakan itu. Seseorang dengan gaun santai berwarna hijau kalem tengah melambaikan tangannya di salah satu meja yang tidak jauh dari mereka.
Gerald tersenyum dan dengan serta merta melepaskan genggaman tangannya dari Aiza. Dengan langkan cepat lelaki itu segera menghampiri sang kekasih dan memeluknya hangat.
Amanda, kekasih Gerald itu masih belum berubah dari terakhir kali mereka bertemu. Meskipun tubuhnya terlihat lebih kurus, tapi hal itu tidak menurunkan taraf kecantikan gadis itu.
Terang saja, wajah gadis itu begitu sempurna, dengan hidung mancung, bibir proporsional dan senyum manis yang memukau. Jangan lupakan, kulit putih bersih yang diidam-idamkan banyak orang. gadis itu terlalu sempurna. Dan Seperti kebanyakan model, wanita itu selalu terlihat menawan dalam kondisi santai sekalipun.
"Az!" Panggil Gerald yang membuat Aiza kembali tersadar, ia segera menyusul Gerald dan mendudukan dirinya disamping lelaki itu.
"Long time no see. Gimana kabar kamu, Aiza?" Tanya Amanda dengan suara lembutnya yang mengalun.
"Baik. Lo?" Jawab dan tanya Aiza singkat.
"Baik." Jawab gadis itu ramah kontras sekali dengan Aiza yang tidak bisa menyembunyikan ketidak nyamanannya.
"Kamu jadi pindah ke hotel ini?" Tanya Gerald memecah kecanggungan diantara dua wanita didekatnya itu.
Amanda langsung mengangguk, mengukir senyuman di wajah Gerald. "Tadi siang jadi sesi pemotretan terakhir aku di Bali."
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romance"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
