BAB 51

2.7K 63 0
                                        

Hallo para readers-ku yang author gantung?

Bagaimana kabar kalian malam ini? Semoga saja membaik setelah baca cerita ini.

Kali ini author up 4 bab langsung. Semoga kalian bisa maafin author ini yang suka moody-an.

Selamat membaca semua.

***

SAMA-SAMA MEMAKAI CINCIN DI JARI MANIS, BENARKAH MODEL PAPAN ATAS, AMANDA AZ-ZAHRA YANG DIKABARKAN TENGAH DEKAT DNGAN SANG PEMILIK AGENSI SUDAH RESMI DIPINANG?

Headline berita akun gosip yang tidak sengaja Gerald lihat di gadget Elena tadi pagi tidak kunjung hilang dan terus berputar di kepalanya, membuat moodnya yang tadi baik berubah buruk setelah membacanya.

Lima tahun mereka bersama, tidak pernah sekalipun Amanda mengumbar kebersamaan mereka di sosial media. Gadis itu cenderung menyembunyikan hubungan mereka, bahkan tidak pernah sekali pun hubungan mereka tercium publik karena ketatnya Amanda dalam menyembunyikan hubungan mereka.

Tapi sekarang dengan Stevan, Amanda cenderung mengumbarnya, bahkan gadis itu tidak segan menerima lamaran Stevan.

Sementara Gerald, berkali-kali ia mengajak gadis itu bertunangan bahkan menikah, tapi Amanda selalu memiliki seribu satu alasan untuk menolaknya.

Mungkin alasan kontrak hanyalah satu dari seribu alasan yang dibuat gadis itu untuk menolak dirinya. Bodohnya, Gerald selalu bersabar untuk menunggu Amanda dan memaklumi semuanya. Ternyata, kesabarannya adalah titik terbodoh dalam hidup Gerald.

“Mungkin, ada masukan dari Pak Gerald terkait hal ini?” Tanya Riko, maneger marketing ditengah presentasinya.

Tidak kunjung mendapatkan jawaban, Aiza yang duduk disamping Gerald mengalihkan perhatiannya dari layar besar dihadapannya kearah Gerald yang juga tengah memperhatikan layar itu dengan tatapan kosong.

Wanita itu menyipitkan matanya, merasa keheranan karena tidak biasanya pikiran Gerald berkelana ditengah meeting. Biasanya, lelaki itu selalu vokal menanyakan setiap detail hal yang dipresentasikan, kali ini lelaki itu cenderung pasif dan hanya merespon seadanya.

“Bagaimana Pak Gerald?” Tanya Riko sekali lagi, lelaki itu mulai was-was tidak kunjung menerima respon dari Bosnya yang terkenal angker itu.  

“Er!” Panggil Aiza berbisik, tapi lelaki itu masih tenggelam dalam lamunannya. Padahal mata semua orang sudah tertuju pada lelaki itu menunggu respon Gerald.

“Er!” Panggil Aiza sekali lagi, kali ini sembari mengguncang tangan Gerald yang ada dibawah meja.

Berhasil, lelaki itu langsung tersadar dan refleks bertanya. “Kenapa?”

“Riko nanya, lo ada masukan gak?” Bisik Aiza.

“Ah, lakukan sesuai rencana saja.” Jawab Gerald asal. Karena jujur, ia tidak terlalu fokus dengan meeting kali ini. Tapi ia cukup percaya pada managernya itu juga pada Aiza yang pasti akan memberi tahu Gerald jika ada yang perlu dikoreksi.

“Baik. Untuk promosi hotel baru kita, kami sudah menyiapkan beberapa nama model untuk melakukan pemotretan. Mungkin Pak Gerald atau yang lainnya punya pertimbangan untuk memilih salah satunya atau mungkin punya usulan lain.”

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang