Sebelum baca, tolong tinggalin jejak yah. Supaya mimin semangat up-nya. Terimakasih semua.
***
"Wah, ada hotpot. Mevvah sekali makan malam kita hari ini." Celetuk Aiza saat ia turun dari kamarnya dan melihat meja makan yang penuh dengan makanan.
Ia tidak berlebihan, meja besar itu penuh dengan makanan, ada daging sapi kualitas premium, suki-sukian, sayuran, jamur dan banyak lagi.
Aiza segera mendudukkan dirinya disamping Hera, aroma wangi dari dua hotpot itu benar-benar menggoda Aiza untuk segera mencicipinya. Ia langsung mengambil sumpitnya, meraih daging tipis didekatnya, lalu mencelupkannya di kuah hotpot yang mengepul itu. Hanya butuh waktu kurang dari satu menit dan daging dengan kualitas terbaik itu langsung matang begitu saja.
Setelah dirasa cukup dingin, barulah ia memasukan daging itu ke mulutnya. "Wah, gila. Ini enak banget." Pekik Aiza setelah ia berhasil menelan makanannya.
Hera yang melihat itu langsung mengernyit jijik, sementara tiga gadis lainnya merasa tergugah melihat ekspresi keenakan Aiza yang begitu menikmati makanannya.
"Oh iya, cowok-cowok pada kemana? Kok ga kelihatan ?" Tanya Aiza sembari meraih bakso yang sudah matang didalam hotpot dan kembali menyantapnya.
"Tadi sore temennya suami lo rusuh pengen ke sasana tinju punya Rendi yang katanya ada disekitar sini. Jadi mereka kesana, Aldi sama Alan ikut juga." Jelas Hera yang asyik memasukan beberapa makanan kedalam hotpot lainnya.
Tidak lama terdengar suara gerasah gerusuh dari seseorang. Dilihatnya Ali tengah berlari kecil ke ruang makan dengan kaosnya yang basah dengan keringat. Sepertinya, lelaki itu mencium aroma wangi dari kuah hotpot dan langsung berlari kesana.
"Wah, ada banyak makanan. Kebetulan banget gue lagi laper ini." Ujar Ali yang langsung mendudukkan dirinya di depan Aiza.
Tanpa ba-bi-bu lelaki itu langsung mengambil makanan dari dalam kuah hotpot dengan sumpitnya dan langsung memakannya begitu saja tanpa menunggunya dingin dulu. Alhasil, lelaki itu gelagapan karena mulutnya kepanasan. "Ah, hanaaas."
"Lo gila yah bang, makanan masih ngebul gitu langsung lo masukin ke mulut aja." Bentak Aiza sembari menyodorkan segelas air pada Ali.
Lelaki itu langsung menerima minuman itu dan meneguknya habis. "Gue kelaparan banget, Za. Gue abis sparing sama si Rendi, dan lo tahu? ternyata dia lebih jago daripada si Rey?" Ujar Ali sembari kembali mengambil makanan dari kuah hotpot. Kali ini ia diamkan dingin sebentar lalu memakannya.
"Wah, makanannya udah datang ternyata." Celetuk Rendi yang baru saja sampai di ruang makan, ia langsung mendudukkan dirinya didepan Hera diikuti oleh Aldi dan Alan yang mendudukkan dirinya disamping Ali.
"Ternyata Lo jadi pesenin hotpot buat Mba Hera, Ren?" Tanya Aldi yang lebih seperti ujaran.
"Dia mau kenapa enggak." Jawab Rendi sekenanya.
"Padahal gue cuman nyeletuk asal, Ren." Gumam Hera yang masih bisa dimengerti Rendi. Wanita itu masih merasa tidak enak karena Rendi mau memesankan pesanan asalnya itu.
"Tapi semuanya happy kan, jadi gak masalah." Ungkap Rendi tulus.
"Si Gerald kemana, Za? Masih di kamar dia?" Tanya Ali yang celingukan mencari keberadaan Gerald.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romansa"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
