BAB 91

4.4K 158 37
                                        

Aku gak tahu lagu diatas cocok apa enggak sama bab ini, tapi aku nulis bab ini sambil dengerin lagu itu.

Selamat membaca semua! Semoga kalian suka!

*
*
*

Jika waktu bisa benar-benar berhenti, maka Aiza berharap itu akan terjadi sekarang di detik itu juga. Dalam pelariannya, Aiza tidak pernah mengira kalau ia bisa kembali memeluk Gerald seperti saat ini.

Kedua sudut bibir pucat itu terangkat melihat bagaimana mata dengan lingkaran hitam cukup tebal itu terpejam, wajah lelahnya tidak bisa tertutupi meski pemiliknya tengah terlelap.

Selama tiga bulan ini Aiza sering sekali bangun di pagi hari dan refleks menoleh ke samping dimana Gerald biasanya berada. Kadang ia bisa melihat sosok itu terbaring disana, tapi begitu Aiza berusaha meraihnya, sosok itu menghilang.

Beberapa kali Aiza berusaha meyakinkan diri kalau saat ini ia benar-benar tengah mendekap sosok itu. seseorang yang biasanya tidak tersentuh itu kini benar-benar rapuh hingga Aiza rasanya harus berhati-hati bahkan hanya untuk menyentuhnya.

Perlahan, Aiza meraih tangan besar Gerald dan meletakkan telapak tangannya tepat di perut besarnya.

Ringisan kecil keluar dari mulut Aiza begitu ia merasakan sengatan kecil saat bayi mungil dalam perutnya bergerak begitu tangan Gerald bersentuhan dengan perutnya.

Tapi meskipun begitu, senyum Aiza melebar, ini adalah kali pertama anak itu merasakan sentuhan tangan Gerald. Entah bagaimana, tapi Aiza merasa kalau anaknya menyukai itu.

KLIK

Suara kenop pintu yang ditekan mengalihkan perhatian Aiza. Aiza sudah bersiap membangunkan Gerald, tapi pemandangan di ambang pintu membuatnya terpaku.

Diantara sekian banyak manusia yang mungkin akan datang menjenguknya, Aiza tidak pernah mengira bahwa orang itu yang akan datang.

Seperti biasa, bibir tipis berwarna pink itu selalu merekah. Dengan langkah anggun perempuan yang memiliki hati suaminya itu berjalan dengan keranjang berisi buah di tangannya lalu berdiri disamping ranjangnya dan meletakkan keranjang yang dibawanya di meja didekatnya.

"Sudah lama sekali kita gak bertemu Aiza, gimana kabar kamu?" Sapa Amanda dengan senyum yang masih setia terpatri di wajahnya.

Yah, orang itu adalah Amanda. Perempuan yang sebentar lagi akan menjadi istri dari Gerald, suaminya.

"Gue lebih baik sekarang." Jawab Aiza canggung.

"Aku seneng dengernya."

Kecanggungan melingkupi mereka untuk beberapa saat. Aneh sekali rasanya berbicara hanya berdua dengan seseorang yang ... Entahlah, Aiza tidak bisa mendeskripsikan seperti apa hubungannya dengan Amanda.

"Lo tahu darimana gue ada disini?" Masih dengan kecanggungannya, Aiza akhirnya memulai lagi percakapan.

"Aku tahu kamu disini dari ibu."

Aiza mengangguk paham, tentu saja Amanda akan tahu dari ibunya. Salina sempat pamit untuk mengambil beberapa keperluan, mereka pasti bertemu di rumah.

"Lo kesini mau jemput Gerald? Biar gue bangunin dia dulu."

"Jangan! Biarin dia tidur." Amanda segera menghentikan Aiza yang sudah menggerakan tangannya untuk membangunkan Gerald. "Aku kesini emang mau jenguk kamu."

"Makasih Lo mau jenguk gue, dan makasih juga untuk buahnya." Balas Aiza dengan senyum ramah di wajahnya.

Amanda cukup terkejut dengan keramahan yang ditunjukan Aiza. Biasanya wanita itu selalu meledak-ledak, apalagi setelah semua permasalahan yang mereka lalui.

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang