Kevin's View
Jantungku hampir pecah!
Aku duduk di mobil untuk menenangkan nafasku.
Putar lagu! Yeah!
Kunyalakan ac dan kuputar musik. Aku menyandarkan diriku di kursi dan mengatur nafasku.
Sekejap terbayang kembali wajah Alvin yang tadi terbaring di bawahku.
Aku bisa merasakan semuanya. hangat tubuhnya, nafasnya yang lembut.
AAAAH!!!!
Kupukul pukul kepalaku. Kenapa aku? Apa yang aku pikirkan? apalagi saat melihatnya hanya memakai handuk tadi. apa aku menikmatinya?
BLUSH!
Sial!! Kenapa aku? padahal aku sudah lama berteman dengannya. tapi kenapa sekarang aku merasa aku harus lebih memilikinya? apa yang kuinginkan sebenarnya?
"AAAAAA....!!!!"
"Kev, kamu kenapa?"
Alvin tiba tiba sudah berdiri di hadapanku. Aku tersentak saat memandangnya.
"Hei Bodoh, mukamu merah. kamu sakit? Demam? Kalau demam ga usah jalan aja.... "
Cepat kubalikkan wajahku darinya.
"Kevin, ada apa sih?"
Kutatap kembali dia. Sejenak lidahku membatu. aku berusaha keras berbicara.
"Ga, Gapapa, aku cuma agak kepanasan kok tadi! Sini masuk. bajumu bagus!"
Alvin memperhatikan bajunya
Ia hanya memakai sebuah kaos putih lengan panjang yang agak kedodoran, dengan kerah lapisan abu abu, dan celana pendek kotak kotak.
Ia terlihat manis! rasanya aku mau bawa dia pulang sekarang!
AAAHHHH!!!!!!
Apa sih yang aku pikirkan. tiba tiba aku teringat kalau Alvin ada didepanku.
Aku menggeser bola mataku dengan hati hati.
Apa dia sedang menatapku dengan pandangan aneh?
.......................
"Sial!"
Alvin sudah duduk di sampingku dan Headset dari ipodnya yang menggantung di lehernya tampak sudah menempel di telinganya, ia tampak tidak perduli dan memejamkan matanya.
Aku.... Aku dikacangin!
=======================================
Kevin's View
Sepanjang jalan ia hanya mendengarkan Ipod itu dan tidak bicara sama sekali padaku. Alvin hanya menutup matanya dan tampaknya fokus menikmati musiknya.
Rasanya bete banget! kok aku ngerasa jadi sopir ya? tapi ya sudahlah, yang penting Alvin masih mau jalan jalan, artinya dia tidak keberatan, dan mungkin bisa sekalian kusimpulkan dia menikmatinya?
Kuparkirkan mobil ayahku di parkiran mall, dan kami bergegas turun.
"Mau kemana kita Tuan Putri?" Ujarku pelan
Alvin langsung menatapku tajam, dan kembali mengalihkan pandangannya.
"Terserahmulah, yang penting aku mau beli minuman di dalam.."
"ck............ "
Dia memang bener bener menyebalkan! Ga pernah ada kata kataku yang ditanggapi lebih dari 10 kata olehnya! kalo semua orang kayak dia, dunia pasti udah sepi!
Kami melangkahkan kaki ke dalam mall. Ia tetap seperti tadi, terus mendengarkan lagu dan pandangannya menerawang entah kemana. bahkan sepertinya dia ga sadar aku ada disampingnya.
Di dalam mall kami tidak tahu apa yang ingin dituju. secara, aku emang dari awal ga ada tujuan jalan jalan, tujuanku sebenarnya agar Alvin keluar dan refreshing. tapi, kalo diliat liat kayak gini, dia kayaknya ga perlu refreshing deh. buktinya daritadi dia ga sedikitpun ngelepas headsetnya. Lagu apa sih itu, kayaknya menarik banget buat dia sampe ga dilepas sama sekali...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
