CHAPTER 2.18: Something Stupid

36 7 3
                                        

Kenny's View

"Iya, kamu gatau rasanya gimana! Sakit banget tau! Rasanya masih ada sampe sekarang nih. Harusnya reseptornya ga usah terlalu peka ya, sakit banget soalnya! Kalian pasti nangis kalo ngerasain itu..."

"Uhhum, uhumm... Slurp~!"
Aku mengangguk angguk paham sambil menyeruput popmie ku, sementara Kak Marco bercerita dengan panjang lebar saat karakternya terbunuh di North Wall.

"Terus, pas kemarin, aku berhasil bunuh banyak banget orang, yah, kayaknya aku lumayan suka sih sama gamenya..."
Kak Marco meneruskan celotehannya.
Aku mengangguk dengan serius, kemudian mengangkat tanganku memanggil penjaga kantin.

"Pak! Aku mau teh botolnya dua! Yang dingin ya paaaak!"
Penjaga kantin langsung mengacungkan kedua jempolnya sambil nyengir selebar lebarnya.
Aku mengangguk, kemudian kembali menatap Kak Marco.

"Terus..."

"Marco, cukup, kamu udah cerita itu lima kali di kostku, dan sekarang aku mesti dengar lagi untuk yang keenam kalinya?!"
Kak Yujii menghardik sahabatnya dengan jengah, yang segera terdiam dan menatap takut ke arahnya.
Kak Yujii menghela nafas sambil menatap sebal Kak Marco, dan dia segera membuka obrolan lain denganku.

"Jadi, Ken, gimana? Kalian berhasil selamat ya? Gimana ceritanya? Oia, itu Kevin dibangunin."
Kulirik Kevin yang daritadi hanya diam saja disampingku.
Dia menyilangkan kedua tangannya di atas meja, dan menggunakannya untuk alas kepalanya tidur diatas meja.

"............"
Kok bisa dia tidur di tempat kayak gini!

Aku tau cerita Kak Marco tadi memang benar benar membosankan dan diulang ulang!

Ups
Maaf Kak
>,<

Lanjut

Tapi, masa sih dia sampe ketiduran gara gara dengar cerita dari Kak Marco?
Aku menjentikkan jariku, kemudian segera aku mengangkat tanganku lagi memanggil penjaga kantin sekolah.

"Paak! Aku mau esbatu dua!"
Penjaga kantinku cuma menatap dengan bingung, tapi akhirnya dia memberikan dua buah es batu padaku bersama dengan teh botol pesananku.

"Hehehehe...."

"Kenny, jangan dehh...."
Kak Yujii mencoba mencegahku, tapi terlambat.

Aku memasukkan dua buah es ke baju Kevin, satu di punggung, dan satu di dadanya.
Setelah selesai aku segera membetulkan posisi dudukku, dan memasang muka polos.

Sedetik.

Dua detik.

Tiga detik.

Sepuluh detik...
=___=

Indra perasanya mati ya.
Apa jangan jangan tombol turn offnya kepencet ya?
30 detik

"WAA! DINGINNN!!!!!!!!"

=___=
Udah basi ahh...

Kevin dengan panik mencoba menggapai gapai bajunya, sedangkan kami bertiga hanya menatapnya datar.
Yah, kalo dua tiga detik dia bangun pasti kami ketawa deh.
Ini, setengah menit...
Basi deh...
=_=

Kevin emang lemot kronis orangnya...
PLAK!
Kevin tanpa sadar membentur botol teh yang sedang kupegang, membuatnya melayang diudara, kemudian masuk ke dalam bajuku dan

Byurr!
Dengan sukses semua isinya tertuang ke dalam bajuku, meninggalkan noda kecoklatan di bajuku.

"Wahahahahahahaha!"
Yujii dan Marco langsung meledak dalam tawa, sambil menunjukku yang hanya bisa melongo sambil melihat ke arah bajuku.

Kok...
Jadi aku yang kena
=3=
kan harusnya Kevin...

"Wahahahah! Makanya lain kali jangan usil! Kan udah diingetin Yujii tadi!"
Marco masih tertawa sambil memegangi perutnya, bulir airmata tampak keluar dari samping matanya, sementara Yujii hanya menatapku sambil nyengir dengan senyuman supermanisnya yang khas.

The Night and The DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang