Rex's View
"Hhrrraaaaaaaarrrggghh!!!"
Axel meraung keras menahan sakit, saat ia menggunakan seluruh kekuatannya, mencoba menyerap serangan Sun Rune Incarnation dengan skillnya.
"STAFF OF REFLECTION!"
Lautan api yang tadinya menyapu bersih garis depan kami tersedot masuk ke dalam kesepuluh tongkat yang melayang bersama Axel, dan dalam sekejab melontar kembali dalam bentuk naga api dengan kilatan pelangi.
"Haakh.... "
Sosok tubuh kecil penyihir berpakaian hijau emerald itu yampak limbung, kemudian jatuh terlentang setelah menyelesaikan serangannya.
"Lord Axel kehilangan kesadaran! MEDIS! CEPAT! Sial, Circle Rune membuat perlindungan di sekitarnya menjadi terlalu kuat!"
Rover mengumpat, saat melihat sepuluh naga raksasa yang dilepaskan Axel menghilang tersedot dalam sebuah cakram sihir berbentuk lingkaran yang melayang di sekitar Marty.
"AWAS! ANTI MAGI! MAGIC SHIELD! O IMPENETRABLE WALL OF ROCKS! SUMMON YOURSELF ON MY BEHALF! ROCKWALL!"
Bersamaan dengan berbagai kilatan sihir yang membentuk benteng menahan semburan api dari Sun Rune, sebuah kubah raksasa muncul mengikuti arah tangan Arsais, menahan terjangan api dengan kilatan pelangi yang menerpa tanpa ampun.
"apa......?! Apa apaan?! ARGH!"
Belum hilang ketakutan kami, mendadak dinding dari bebatuan itu meleleh, membuat celah yang cukup untuk Arsais menerima cukup banyak serangan.
"Hegh.... Tidak mungkin... Earth rune.... Tertembus..... "
Bruk!
Arsais tampaknya menerima terlalu banyak serangan, dan ambruk.
Apa apaan?!
Earth rune tertembus?!
True rune dengan pertahanan paling tinggi di suikoworld kalah menghadapi sun rune?!
Aku tahu dia tidak sebaik aku dalam menggunakan earth rune, tapi tetap saja, dinding pertahanan earth rune remuk hanya dalam sekali serangan ini tidak bisa diterima!
"A... Apa ini! Wind Runeku.... "
Arvyn terbelalak mundur, saat skill Wind Runenya hanya membuat musuh terjengkang mundur, tapi tidak melukainya sedikitpun.
" W... Water Runeku pun... "
Wyatt melihat getir, kepada dinding tipis yang dibuatnya, sementara Pixel nampak berusaha keras melepaskan ratusan serangan rune, tapi tak satupun memberikan serangan berarti pada musuhnya.
" Bukan hanya rune.... Serangan ku pun melemah.... "
Greg yang tampak paling tenang dari semua bishops melihat keadaan sekeliling.
" Bukan hanya itu, para bishops biasa, dan para Priest kita, beberapa pasukan kita, semua melemah.... "
Greg menambahkan lagi, sambil memperhatikan garis depan kami yang semakin mendekat ke arah kami.
" Kita terdesak, tapi kenapa....?! "
Cardinal tampak sama bingungnya, ia melesatkan ribuan pedang dari the beginning rune, yang cukup membantu garis depan kami mendapatkan kembali posisinya.
Tunggu dulu....
Cardinal dan pasukannya tidak terpengaruh....
Apa artinya ini....?
Aku melirik ke arah tempat kami berdiri, sebuah cakram keunguan bertuliskan berbagai ukiran rune memenuhi lantai.
Cakram itu membentuk ukiran berbentuk lantai dengan lima ukiran elemental rune dalam belitan rantai.
Apa ini...?
Jangan jangan......
Aku mengepalkan tanganku, menjentikkan jariku, mencoba menyerang Sun Rune dengan Life and Death Runeku.
"Stealer of life, snatcher of soul! Strike the enemy, Crush their soul! STEALER SOULS!"
Liukan liukan putih dengan ujung membentuk cerukan hitam berbentuk wajah keluar dari lantai tempatku berpijak, melesat langsung menerjang ke sosok kupu kupu bersayap api yang diikat rantai tepat di atas Marty.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
