Yue's View
"The Beast Rune..."
Rex hanya menatap datar, saat ini jaraknya tak lebih dari 10 meter didepan serigala perak rakasasa berkepala dua setinggi gedung belasan tingkat.
"Rex, mundur...."
Aku berbisik perlahan padanya, tapi dia tidak menanggapinya, dan menggeleng.
"Bila aku berbalik dan mundur, dia pasti akan menerkamku. Jangan banyak bergerak, beri aba aba pasukan untuk tetap di tempat..."
Aku membuka genggamanku, dan menudingkannya ke arah pasukanku, memberikan perintah untuk tetap di tempat.
Lazlo menggenggam belatinya dengan gugup, dia tak bergerak sedikitpun dari sampingku.
"Rrrrr.........."
Serigala itu menggeram, menampakkan taringnya, liurnya menetes di hadapan Rex.
"Ugh....."
Bisik Rex dengan nada jijik, aku tidak bisa melihat wajahnya sekarang, tapi aku bisa membayangkan wajah jijiknya membayangkan dirinya hampir mandi air liur.
"Cardinal..."
Aku melirik ke sampingku, Greg sudah berdiri di sampingku, keempat Bishop lain pun tampaknya sudah berdiri bersisian di sampingnya.
Aku menoleh, dia mengangguk padaku.
"Kita harus menyelamatkan Rex. Kami masih punya cukup magic point untuk melakukan segel rune, Tapi Rex berada terlalu dekat. Kita harus mengalahkan monster ini sebelum bisa menyegel rune yang dilindunginya..."
Gumamnya sambil terus mengunci pandangannya pada bola rune di antara kepala serigala itu.
Aku mengerutkan keningku.
Menyelamatkan Rex?
Aku mengerutkan keningku mendengarnya.
Setahuku selama ini Rex adalah orang terkuat di pasukanku, dan andaikan dia memang perlu bantuan, Runenya tentu lebih dari cukup untuk itu.
"Dia sudah tidak bisa menggunakan Runenya, aku yakin runenya masih dalam fase istirahat setelah serangan tadi..."
Benar juga....
Tentu itulah alasan daritadi Rex berdiam mematung, karena jika dia yakin bisa menyerang, tentu saja sekarang sudah banyak bulanan bulanan disarangkannya pada monster perak itu.
"Greg, kau membuatku terlihat lemah..."
Rex berbisik, dan dari nadanya dia terdengar kesal.
"Yeah, Runeku, semuanya sedang dalam fase restorasi, serangan tadi menghabiskan semua mpku..."
Rex akhirnya berbisik dengan getir.
"Cardinal, bisakah kau membuka serangan untuk memberi Rex celah? Karena hanya kau yang memiliki rune pertahanan yang mampu menahan serangannya. Beri kami waktu untuk melakukan Incarnation Rune. Hanya dengan itu kami bisa menyerang monster itu, sambil menyimpan cukup mp untuk melakukan skill segel dari elemental rune....."
Itukah rencananya? Aku harus menahan Serigala ini sampai mereka berhasil berubah bentuk menjadi wujud Incarnation?
Aku mengamati monster itu.
Tampaknya sihir biasa yang menaikkan Magic Defense tidak akan membiarkanku selamat dari serangannya.
"Kau ada saran, Greg?"
Greg mengangguk.
"Kau lihat, ada selubung di kedua kepalanya?"
Aku mengangguk sambil mengamati.
Ya, udara tampak menebal di kedua kepalanya, dan bergerak memutar di sekitar kepala monster itu.
"Kepalanya tidak akan bisa diserang, selama kristal merah itu ada disana, jadi, arahkan serangan pertamamu pada Kristal itu. Dia pasti akan segera membalasnya, jadi pastikan kau membuat pertahanan dengan cepat..."
"Berapa besar damagenya?"
"Secara kalkulatif, sekitar 14.000, dan itu sewaktu kami menghadapinya dulu, saat dia lima kali lebih kecil. Berapa Health point mu?"
Greg melirik padaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
