Axel's View
"Sampai hari ini mereka sudah 8 kali menyerang North Wall, tapi tampaknya pertahanan kita tak tertembus sama sekali. Kita bahkan hanya menderita sedikit kerugian dari serangan mereka, sedangkan mereka tampaknya cukup banyak kehilangan orang saat penyerangannya."
Humm....
Aku memasukkan sebuah lagi cemilan berwarna hijau berbentuk cicak itu ke dalam mulutku, sambil mendengarkan para "bos" saling berbicara satu sama lain.
Aku sekarang berdiri di belakang Arsais yang menguap berkali kali karena kami terus berbicara sedari pagi.
Tampaknya semua orang sedang kebingungan karena belum menemukan rencana yang tepat untuk menyerang Harmonia.
Ya, jelas saja, walaupun aku bukan ahli strategi, aku paham kalau keadaan kami sekarang sudah mulai terdesak.
Semenjak pertarungan pertama kami dengan Harmonia dan merebut kembali wilayah Aronia, ternyata malah semakin banyak negara yang bergabung dengan Harmonia, dan jumlah mereka semakin membengkak sampai 4 kali lipat jumlah pasukan aliansi kami.
"Ya, dan sampai hari ini, North Wall masih belum tertembus, kita harus berterima kasih pada duo wanita cantik itu, berkat mereka pertahanan kita jadi ga tertembus sama sekali, ya kan?"
Wyatt mengedipkan sebelah matanya sambil mengacungkan jempolnya.
Pixel yang mendengar hanya menghela nafas sambil memejamkan matanya.
"Sekarang, masalah kita adalah bagaimana kita bisa menyerang maju dan tetap bertahan..."
Rex membuka pembicaraan, dia tampak selalu serius.
ya, benar benar karakteristik Alvin, tidak pernah sama sekali bercanda.
= 3=
Benar benar membosankan, entah kenapa kok Kevin bisa terus betah berteman dengannya, bahkan sampai dekat sekali.
Kalau yang kudengar sih, dulu mereka bermusuhan, tapi setelah dikalahkan Arsais, Caesar, karakter Kevin yang lama akhirnya bergabung dengan Harmonia dan menjadi teman dekat Arsais.
Walau aku dengar desas desus kalau Arvyn dan Arsais juga teman dekat banget dulu.
Tapi kayaknya ga mungkin.
(=_=)a
Kalau mereka ketemu aja, mereka bisa menghancurkan separuh pasar hanya untuk saling bertarung satu sama lain.
(- -")
Mana mungkin orang kayak mereka bisa akur.
Yang ada kalau mereka akur, pasti sekarang bumi bakal berhenti berputar terus jatuh dan menggelinding di lantai deh.
Bentar, emang langit ada lantainya?
Ah, aku asal ngomong deh
XD
Rex menatap tajam ke arahku.
Aku bergeser ke kiri.
Matanya mengikutiku,
Aku bergeser ke kanan
Matanya juga mengikutiku.
Aduh, kayaknya dia barusan membaca pikiranku deh
(=_=")
Rex mengalihkan pandangannya, kembali ke peta di depannya.
"Kita bisa saja menyerang Valerie dan mengambil alihnya, aku pikir kita akan cukup kuat, apalagi Valerie adalah distrik paling sempit di Harmonia. Tetapi, masalahnya adalah di sini."
Rex menunjuk ke arah ketiga benteng yang mengelilingi Valerie.
Ahh, kalau bicara Valerie, aku jadi kangen sama Valerie...
Apa kabar ya tante tante yang jualan gulali di dekat istana.
Masih jualan disana gak ya dia.
Gulalinya enak...
ahh!
Jangan mikir yg lain lain!
Fokusss
Fokuss!
"Bila kita berhasil menyerang dan mengambil alih, maka Rupanda dan North Wall akan aman, apalagi Rupanda berbatasan dengan pegunungan, yang tidak memungkinkan serangan dari arah belakang kita, masalahnya adalah tiga gerbang yang mengelilingi Valerie, kita akan kesulitan mempertahankan ketiganya karena jumlah pasukan kita terbatas..."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
