CHAPTER 28:Characters Gathering

42 8 0
                                        

Kevin's View

Jam 7:15

Dengan santai aku memarkirkan motorku di parkiran sekolah, dan melangkahkan kakiku ke kelas.
Semua masalahku dengan Alvin sudah beres! Aku juga sudah menyatakan berlomba dengan adil dan terbuka. Jadi kupikir hari ini aku akan berdamai dengannya!

Akan kumulai dengan duduk kembali di sampingnya!
Dengan santai aku memasuki ruang kelas yang hiruk pikuk oleh anak anak yang berusaha menyontek pr dari teman temannya.
Aku menaruh tasku di samping bangku Alvin, dan duduk manis sambil menunggu Alvin datang.

Axel...
Wajahnya kemarin begitu manis. Apalagi dia seumuran denganku kan. 17an ya? Gimana ya muka aslinya?

.................

Mendadak wajah bocah setengah bule yang kemarin aku temui terlintas di benakku.

Loh?! Kok dia sih!

Mana mungkin wajah Axel mirip dia!
Memang sama sama cute sih, tapi tetap aja ga mungkin kupikir!
Dadaku kembali berdebar kencang saat kuingat kembali tubuhnya yang pasrah dalam pelukanku, dan bagaimana dia memelukku lembut.
Ahh! Aku memang bodoh! Kenapa aku ga menduga dari dulu kalau dia suka sama aku?

Kulayangkan pandanganku ke pintu, tepat saat Alvin baru memasuki kelas.
Tetap sepertin biasa, rambutnya yang dipotong harajuku dibiarkan berantakan tak tentu arah, sebuah headset hijau menggantung di telinganya. Ciri khas Alvin!
Alvin menatap kearahku, dia sejenak menghentikan langkahnya, kemudian dia melanjutkan langkahnya, dan duduk di kursi di belakangku.

Sial! Bocah satu ini! Apa sih maksudnya!
Ya sudahlah! Aku harus baik hari ini!

Kurenggut tas ku dari persemayamannya, dan kuletakkan disamping Alvin. Dia tampak terkejut, kemudian segera memalingkan wajahnya.

"Alvin! Ga ngerjakan PR?"

Aku berusaha mengawali pembicaraan
Dia hanya menggeleng pelan sambil melanjutkan membaca komik yang dibawanya dari rumah.

"Nanti siang temani aku ke perpus ya!"

Masih tidak ada jawaban
AKu menghela nafas pelan

"Hei! Sudahlah! Masalah Axel, bisa kita anggap selesai? Kalau mau kita bertarung secara adil, tapi jangan sampai merusak hubungan kita!"

Dia hanya melirikku pelan, kemudian tersenyum remeh sambil kembali membaca komiknya.
Astaga! Anak ini bener bener minta dihajar!

"ALVIN!"

Dia terkesikap, komiknya terjatuh dari pegangannya.
Seisi kelas mendadak hening, dan semua mata tertuju ke arah kami.
Aku langsung nyengir kuda ke arah teman temanku.
Astaga! Aku ga sadar tadi aku teriak!

"Lanjutkan lanjutkan~!"

Teman temanku yang tadinya terlihat terkejut kembali sibuk dengan pr mereka masing masing.

"Heh... Kamu pikir kamu bisa merebutnya dari aku...?"

Alvin (akhirnya) membuka mulutnya dan kalimat cacian pertama akhirnya terucap dari bibirnya.
Sebal rasanya! Tapi mau gimana lagi!

"Ya! Aku yakin! Lagipula apa yang membuatmu begitu yakin? Posisi kita sama!"

Aku tersenyum puas ke arahnya. Segurat senyum misterius muncul di bibirnya. Apa maksudnya?

"Baik, kalau begitu silahkan rebut!"

Dia melirikkan matanya padaku sebentar. Aku mengangguk kuat. Tidak ada kekhawatiran dan keraguan di dalam anggukanku.
Alvin tersenyum sambil melirik ke arahku, dia tampak puas dengan jawabanku, kemudian kembali asyik membenamkan wajahnya dalam komiknya.

The Night and The DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang