Axel's View
Gelap yah?
Udah Malem ya? Padahal di dunia nyata masih siang. Hmm, waktu disini memang berputar lebih cepat daripada dunia nyata
Aku meregangkan badanku yang terasa kaku.
Hyaah~! Kalo gelap gini bawaannya ngantuk deh!
Sambil jalan aku memandang ke sekelilingku.
Hmm?
Weird!
semua orang kok kayaknya sibuk banget hari ini?
Para Captain kelihatan pada kasak kusuk sendiri di meja mereka, sementara blacksmith juga ramai dipenuhi pengunjung.
Wah wah, ada apa ini semua pada rame yah? Aku ketinggalan cerita nih! Aku harus nyari tau!
Aku berlari lari kecil menuju ke Aula Utama, tempat biasa Bishop Arsais dan Sir Caesar bertemu.
Sesampainya disana, tidak seorangpun aku temui sedang berada di ruangan itu.
Hmm! Kok Kosong Sih! >:(
Aku memanyunkan bibirku sambil berpikir. Hmm, Kemana yah mereka kalo ga di Aula Utama?
Ah! Ruang Strategi!
Kubelokkan jalanku, menuju sebuah pintu di ujung Aula, aku menapaki tangga putar menuju ke bawah Kastil. Sebuah pintu tua yang tampak usang menghadang jalanku.
Krieekk
Kudorong pelan pintu itu.
Bishop Arsais, Pixel, Wyatt, Arvyn, Greg, Sir Caesar, serta seorang Priest berpakaian hitam langsung menoleh ke arahku saat aku baru akan masuk.
"Eh..."
Aku cuma bisa nyengir kuda ke arah mereka
Wah! Aku benar benar ketinggalan cerita!
"Masuk, Colonel Axel."
Arsais bergumam pelan sambil menopang dagunya. Semua orang mukanya kayak abis ngeliat hantu aja. Ada apa nih! Pasti ada sesuatu yang serius!
Priest itu menatap tajam ke arahku.
"Colonel Axel? Saya Keith, dari Aronia Royal Guard..."
Aku mengangguk ramah ke arah lelaki muda bermata hitam pekat itu. Aku kemudian segera mengambil tempat di belakang Lord Arsais. Sir Caesar duduk di sebelahku. Dia menatapku dalam, tapi tampaknya tidak berniat mengeluarkan sepatah katapun padaku.
"Lanjutkan, Lord Keith."
Priest itu menghela nafasnya.
"Delapan desa di perbatasan kita terbakar tadi malam. Saksi yang melihat melaporkan sepasukan kecil tentara berkuda terlihat di perbatasan."
Arsais menghela nafasnya.
"Lalu? Apa hubungannya dengan kami?"
Priest itu mengeluarkan sebuah lencana.
"...............!!!!!! "
Semua orang tampak terkesikap saat lencana itu berkilat menampakkan dirinya
Aku tahu lencana itu!
"Lambang Harmonia tercetak di belakangnya. Kalian mengenalinya?"
Keith kemudian meletakkan lencana itu di meja di hadapan semua orang.
Bishop Arsais membolak balik lencana dengan rantai emas itu.
"Lencana ini adalah lambang Harmonian, dan ini diberikan pada prajurit berlevel General. Dimana kamu menemukannya?"
Lord Arsais menimang nimang benda itu sambil memeriksanya dengan seksama.
Lord Keith menatap tajam ke arah Lord Arsais
"Di Chisa. Tergeletak. Setahuku, prajurit berlevel General, hanya kalian, dan lambang Valerie di belakangnya, apakah ini milikmu?"
Lord Arsais menggeleng pelan.
"Tidak. Milikku ada."
Dia menarik keluar lencana yang hampir sama dari dalam sakunya. kemudian mempertontonkannya pada semua orang di sekitar meja.
"Benarkah ini bukan milikmu?"
Lord Arsais mengangguk mantap
"Valerie tidak memiliki pasukan Cavalry. Serangan tadi malam bukan dilakukan oleh prajurit Valerie."
Keith menghela nafasnya panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasíaLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
