CHAPTER 35: If U Listen Carefully

40 6 0
                                        

Kenny's View

"Alvin.."
"....."

"Alvin.."
"......."

"ALVINN!"
Kevin mengguncang guncang Alvin dengan kencang. Alvin yang lagi nyenderin kepalanya ke kursi langsung tersentak.

Alvin dengan jengah membuka sebelah headsetnya, kemudian menatap tajam ke arah kami.

"Apa...?"
Kevin membuang nafasnya.

"Apanya yang apa! Kamu daritadi dipanggil ga nyaut!"
Kevin menatap dengan pandangan marah ke arah Alvin.

Alvin kayaknya ga ngambil pusing sama sekali, buktinya dia kembali make headsetnya terus langsung membaringkan badannya lagi di kursi.

"Ribut..."
Kevin mendengus kesal kemudian menjatuhkan dirinya kembali ke kursi.

Tsk, kenapa aku harus dateng bareng mereka sih! ahh! Hari yang benar benar buruk. Pagi pagi udah mesti duduk bareng mereka. Kevin melipat kedua tangannya kemudian dia mendengus kesal.

"Lama banget sih! Janjinya sabtu pagi! Tapi sampai sekarang mereka ga datang! Ya ga Ken?"

Kevin menggerutu kesal sambil melihat jam dan wajahku bergantian.

"Ah.. Iyah..."
Ya, Memang sih, pagi itu kan paling gak jam 9, jam 10 kek. Ini udah jam setengah duabelas! Mana aku juga belum makan lagi!

Aku menyobek bungkusan cokelat yang tadi aku ambil dari kulkas dirumah, kemudian menggigit ujungnya.
Kevin menatap ke arahku.

"Oh iya! Ada kamu ya! Ngapain aku ngajak Alvin ngobrol!"
ASTAGA! Gausah juga gapapa! aku ga ditemenin juga gapapa kok! Beneraaan! Ngapain juga ditemenin kalian, nanti aku diculik lagi!

Dengan sebal aku gigit lagi cokelat yang ada di tanganku.
Huh! Kak Yujii ayo cepetan datang! Aku bosaaan!
T_T

"Hei! Kenny! Berhenti makan coklatmu dong! Ayo ngobrol sama aku!"

"Ya gapapa! Kan pake coklat juga bisa ngobrol!"

"Yee, galak amat sih! Kan orang juga mau ngajak ngobrol!"

"Iya, terus kamu culik lagi kayak kemaren?"

Beberapa orang yang duduk di sekitar kami dan om om penjaga game centernya langsung menoleh ke arah kami. Kevin langsung jadi panik sendiri.

"Stt~! Stt! Jangan bilang gitu nanti orang pada mikir yang nggak nggak!"

Aku ngangguk pelan. Iya deh! Gausah disuruh juga ga bakal lagi! Kok orang orang mendadak ngeliatin ampe sebegitunya sih!

"Hei! Kenny! Mukamu manis ya! Kamu blasteran ya? Matamu bagus banget!"

Kevin mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"Hei hei hei!"
Kevin tampak serius ngeliatin mukaku. Beberapa orang yang duduk tampak mulai melirik lirik lagi.

"Rambutmu juga! Pirang begini! Kalo ga salah papamu orang Australia ya? Wah, rambutnya lembut banget!"
Kevin mengambil sedikit rambut belakangku dan merabanya.

Mukanya sudah sangat dekat dengan mukaku sekarang.
Beberapa cowok cowok yang tadinya lagi asik becanda di depan kami sekarang lagi asik nyuri nyuri pandang sambil bisik bisik.
Astaga! Kevin bego!

Sejenak dia masih berdiam di posisinya, kemudian dia seakan teringat sesuatu.
"Oh Iya!"

Mendadak Kevin menurunkan kepalanya ke arah bawah.
"Susah...!"

Kevin kemudian langsung berlutut di hadapanku, dengan muka tepat di depan kakiku yang terbuka lebar.
GYAA!!

Aku tercekat. Kupandang orang orang disekitarku
Semua orang kayaknya lagi pada ga bernapas ngeliat ke arah kami. Om om penjaga konternya sampai melongokkan badannya sedikit untuk melihat lebih jelas.

The Night and The DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang