Caesar's View
"Mereka pasti bercanda, ya kan?"
Aku menggeleng tak percaya memandang ke barisan musuh dari atas benteng North Wall. Axel dan keempat Bishop lain juga berdiri di sampingku.
Axel tampak melambai ke arah kedua Captain baru kami yang sekarang berdiri dengan gagah berani di garis depan pasukan kami, sementara Arsais tampak menatap ke arah pasukan musuh yang berarak maju dalam diam.
Pikirannya tampaknya dipenuhi dengan sesuatu yang tidak bisa dimengertinya.
Aku bisa memahami pikirannya.
Karena apa yang kami hadapi saat ini jelas jelas sangat diluar akal manusia, kecuali mereka memang benar benar berniat bunuh diri.
Musuh tampak membagi dirinya dalam beberapa grup kecil yang berbaris tegak lurus dengan pasukan kami, dan memilih barisan sempit untuk maju menghadapi kami.
Apa yang mereka pikirkan?
"Kanna, apa yang kau pikirkan...?"
Arsais bergumam sendiri, tampaknya dia pun tidak bisa memahami apa yang sedang dipikirkan musuh.
Ahli strategi musuh adalah guru dari Arsais, benar kan? Berarti seharusnya kemampuannya tidak bisa diremehkan sama sekali.
Mungkin saja dia menyembunyikan sesuatu yang berbahaya dibelakang ini kan?
Aku yakin Arsais juga merasakan hal itu.
Arsais menepuk pelan pundak Axel, membuat Axel menatapnya dengant terkejut.
Mereka sejenak bertukar pandang.
Tak lama kemudian Axel hanya menundukkan kepalanya, dia mengangguk perlahan.
"Apapun rencana mereka, ayo kita layani keinginannya..."
Arsais melompat turun dari atas benteng, kemudian dengan cepat melesat ke depan pasukannya.
"Apa yang kalian tunggu! Mereka sudah mendekat!"
Arsais berteriak ke arah kami, yang dengan kikuk segera bergerak ke garis depan.
"Ranger UNIT! SEGERA BENTUK BARISAN!"
Clive segera memimpin pasukannya berbaris ke depan barisan utama pasukan. Para ranger dari keempat distric lain tampaknya juga berbaris mengikuti kami.
"Kurangi jumlah mereka! Secepatnya!"
Langit sore yang keemasan segera tertutup bayangan kehitaman dari ribuan panah yang berlompatan ke udara.
Dentuman suara senjata api memekakkan telinga memenuhi udara.
Sesaat pandangan kami tertutup kepulan asap dan ribuan panah.
Aku memicingkan mataku, memusatkan mataku ke arah pasukan mereka.
"B...Bercanda kan...?"
Arsais menatap tak percaya ke arah depan kami, dimana barisan yang tadinya maju dengan mantap ternyata saat ini sudah berlari dengan sangat cepat mundur, membuat semua panah dan tembakan kami meleset.
"Konyol banget..."
Arvyn menatap tak percaya ke arah mereka, kemudian segera menaikkan tangannya ke arah langit.
"Mage! Siapkan Fire Rune!"
Pixel bersama dengan barisan penyihir segera berderap maju, kemudian mulai merapalkan serangan api mereka.
"H..hei!"
Pasukan yang tadinya mundur segera beringsut maju, lebih cepat dari kami, kemudian mengangkat tangan mereka ke langit.
"Water Rune?"
Arsais menatap dengan bingung, sampai saat tiba tiba serentetan kode kode berbentuk lingkaran muncul di atas mereka dan membesar melingkupi kami.
"S..SIlent Lake! Mereka membungkam penyihir kita!"
Kebisuan segera melingkupi kami, membuat semua mantra yang barusaja dilafalkan hancur berantakan dan gagal dilancarkan.
"Maju, hadapi mereka dengan Frontal..."
Arsais mengangkat pisaunya, kemudian segera bergerak maju, bersama sama dengan pasukan kami, memimpin mereka ke garis depan.
"HABISI MEREKA!"
"UOOOO!"
Kami bergerak maju mendekati mereka, bersiap untuk menyerang mereka secara frontal.
"Apa apaan mereka..."
Lagi lagi kejutan yang menyenangkan kami dapatkan.
Pasukan mereka tiba tiba berlari mundur saat berada dekat dengan kami, sedangkan pasukan belakang mereka menghujani kami dengan panah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasiaLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
