Arsais View
"AKU ARSAIS, LEADER DARI 1ST HARMONIAN SHRINE GUARDIAN,"
Aku berteriak lantang sambil menatap ke arah seberang, dimana lelaki gemuk berpakaian cokelat itu kembali menatap tajam ke arahku.
"Seagent, dari 6th Aronian Royal Army..."
Saat ini aku sedang berdiri di hadapan pasukanku yang tertata rapi di depan gerbang pertahanan pertama kami.
Aku menatap ke belakangku, tampak keempat bishop lain sedang berdiri tak bergeming dengan Axel dan Caesar, mereka memandang ke arahku, menunggu komando apa yang akan muncul dari mulutku.
Aku hanya menghela nafas, kemudian kembali membalik tubuhku kearah barisan musuh yang tampaknya juga berdiam menungguku.
"Kemungkinan kita menang tidak diragukan lagi, apa maksud mereka memajukan dua pasukan Advance? Mencoba kekuatan kita?"
Aku menoleh ke arah belakangku, bertanya kepada Caesar dan Axel yang sedaritadi hanya berdiri diam tanpa mengatakan apapun.
Ketegangan dan kecemasan tampak sangat kentara di wajah mereka.
Aku kembali menghela nafasku, kemudian mengangkat tanganku ke udara.
"Jangan ada yang mati, kumohon. Pastikan barisan tetap rapi, persiapkan spell perlindungan, Arvyn, tolong cast Gentle Wind, kita maju perlahan, jaga barisan, pasukan anti panah, bersiap..."
Arvyn sejenak menutup matanya, kemudian segera membuat tubuhnya terbang di udara.
Aku tersenyum.
Arvyn sebagai Wind Bishop memang mempunyai kemampuan khusus untuk membuat dirinya melayang. Selain dia, Bishop lain juga memiliki kemampuan khusus yang berbeda beda.
"Warm embrace of nature, bring the protection to the flesh, Gentle Wind..."
Kilatan sinar segera membentuk sebuah kubah raksasa dengan sinar berkeriapan perlahan. Aku kembali menyeringai, kemudian segera mencabut pisauku, dan mengangkatnya ke udara.
Aku membuang nafasku, kemudian beberapa kali menarik dan membuang nafas.
"CHARGE!"
"WOOOOO!!!!"
Pasukanku berteriak dengan lantang saat kami berlari maju ke arah musuh.
"Speed of a light, Hasten our movement, Flash Speed!"
Bishop Greg melancarkan Rune nya membuat gerakan kami meningkat dengan drastis.
Aku menatap ke depanku, ke arah pasukan musuh, mereka tampak sibuk menata diri mereka, terkejut dengan peningkatan kecepatan kami yang tiba tiba, dan kehilangan kesempatan melakukan Spell Phase.
"Heh, Amatir..."
Tampak Arvyn menyeringai lebar sambil menatap mereka dengan remeh.
"Jaga pergerakan, jangan ada salah langkah. Aku merasa ada hal aneh yang sedang terjadi, jadi, jangan sampai terpancing oleh mereka..."
Keempat bishop yang lain segera mengangguk, kemudian memberi aba aba pada pasukan mereka untuk segera maju.
"HABISI MEREKA!"
Telingaku serasa mendengung saat Caesar mendadak berteriak di sampingku. Aku segera menarik senjataku, bersiap untuk segera menyerang.
"Akh..."
Aku merasakan kilatan rasa sakit, tanganku tiba tiba menolak tubuhku untuk menggenggam senjataku lebih kuat.
=TRANG=
Pisauku terjatuh ke lantai, aku sejenak terdiam mentap pisauku di tengah medan pertempuran.
Rasa sakit yang teramat sangat menjalari lengan kananku. Tampaknya efek dari penggunaan rune kemarin mulai kambuh saat ini.
"ALVIN! APA YANG KAMU LAKUKAN!"
Aku segera tersadar dari lamunanku, menatap ke arah depan, dimana Arvyn tampak menahan serangan musuh ke arahku dengan tongkatnya.
Aku melihat ke sekelilingku, tampaknya keempat temanku, bersama dengan Caesar dan Axel segera menyadari saat tadi pisauku jatuh dan segera mengelilingiku untuk melindungiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasíaLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
