Rio's View
"Christ..."
"..............."
"Christ!"
"Ah, Iyah!"
Christ tersentak sadar, ia menggeleng, segera menatap padaku.
"Kamu denger yang barusan aku bilang?"
"Denger..."
"Apa?"
"Soal pasien kan...?"
".........."
".......... Salah ya...?"
"Whatever..."
Aku menggeleng pelan kemudian segera menyandang tasku dan beranjak pergi dari locker.
"Hei, Jyo, marah ya? Jyo~!"
Aku mempercepat langkahku, pergi meninggalkan Christ yang terus memanggil manggilku dari belakang.
Gimana mungkin aku bisa ga kesal, seharian ini entah berapa kali dia melakukan hal yang sama.
Melamun dan tidak menghiraukan perkataanku, padahal tadi aku jelas jelas mengajaknya untuk pergi ke rumah Alvin.
Hari ini kami pulang lebih awal karena kami tadi harus masuk lebih cepat untuk mengurusi rekap parameter pasien di rumahsakit.
Karena kami pulang lebih awal, makanya aku mengajak Christ untuk pergi berkunjung ke rumah Alvin, tapi ternyata orang yang aku ajak bicara malah melamun sepanjang hari.
Shih, menyebalkan!
Segera aku memasangkan dan memutar kunci motorku, motorku mulai menderu perlahan.
Aku perlahan mengemudikan motorku keluar dari lingkungan rumah sakit.
Entahlah, rasanya sayang kalau aku harus tetap dirumah pada saat ada waktu seperti ini, tapi kalau aku ke rumah Alvin sekarang, jelas bakal aneh, karena yang diminta datang oleh Alvin adalah Christ.
Hmph.
Harusnya waktu itu aku ikut aja nimbrung waktu Christ ngobrol dengan Alvin. Dengan begitu sekarang aku punya alasan untuk menyambangi rumah Alvin hari ini dan mendapatan sedikit informasi tentang Arsais dari Alvin.
Aku berpikir keras, berusaha mencari cara agar aku bisa bertemu entah dengan siapapun dari mereka.
Tapi yang jadi sasaran utamaku jelas adalah Kenny, karena dari semua, dia jelas yang paling polos dan mudah dikorek informasinya.
Tapi bagaimana aku bisa menemuinya?
Ah, sudahlah, mungkin hari ini bukan rejekiku.
Setelah sekian lama berputar putar dengan motorku, aku memutuskan untuk berhenti di sebuah rumah makan di pinggir sungai.
Kuparkirkan motorku di deretan motor yang meyakinkanku kalau tempat itu adalah tempat parkir, dan segera aku berjalan masuk ke dalam restoran yang ternyata adalah sebuah cafe itu.
"Silahkan..."
Seorang wanita paruh baya mengangguk dari belakang meja kasir padaku.
"Hmm..."
Aku mengedarkan pandanganku, mencari lokasi yang bagus untukku duduk dan menikmati suasana.
Sekian lama aku berdiri di tengah ruangan itu, hingga aku memutuskan untuk masuk ke sebuah booth kecil yang berada tepat di pinggiran sungai.
"Cappucino, satu, ekstra kayu manis, Warm Chocolate Cake, Thanks..."
Kukembalikan buku pada waiter yang tadi segera menghampiriku saat aku memutuskan untuk duduk di booth itu.
Pelayanan yang bagus....
Hmm...
Sebuah pemandangan menarik mematri mataku.
tiga booth dari lokasiku sekarang, seorang anak berambut pirang panjang terkuncir duduk di depanku dan tampak kerepotan melepaskan sesuatu dari tangannya.
Kenny?
Jackpot!
Aku segera berdiri, berjalan ke arahnya.
Kenny, dan sendirian, apa lagi yang aku tunggu?!
Ini kesempatan!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantezieLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
