Axel's View
Clank~!
Ehh..!
Ga sakit...!
Kubuka pelan mataku
Seseorang berpakaian biru tampak menahan laju kapak itu dengan tangannya. Cairan berwarna merah menetes pelan dari sarung tangan yang dipakainya.
Kapak besar itu ditahannya dengan telapak tangannya yang sudah berlapis dengan gumpalan batu yang mengeras membentuk sarungtangan, meredam kecepatan kapak, tapi tampaknya kapak itu tetap menembus barikade batuan padat dan melukai tangannya.
Lelaki itu menatapku datar.
Dia....
Lord Arsais!
>,<
"Whew.. Nyaris, mau kudiamkan, tapi semakin lama kamu semakin terpuruk.... " Gumamnya pelan sembari menghela nafasnya.
Lord Arsais menyentakkan tangan kirinya, dan kapak itu terlepas dari tangan kirinya
"Ck, ternyata Armorku masih kurang tebal untuk kapakmu ya?" Gumamnya pelan. Ia menutup matanya dan membuka kedua tangannya.
"Prayer's Sanctuary..."
Sebuah pillar cahaya berwarna putih kehijauan tiba tiba menyelubungi kami. perlahan kulihat lukaku berangsur angsur menutup.
Skill ini, adalah skill heal tingkat menengah bagi Job Bishop.
"Awas Bishop!" Pekikku
Lord Arsais terlihat terlalu berkonsentrasi untuk memulihkan luka kami, hingga ia tidak menyadari sebuah pilar batu melayang ke arahnya.
BUAKK!
Pilar itu sukses menghantam kepalanya. Darah mengucur dari pelipisnya, tapi Ia tidak menampakkan raut kesakitan sama sekali.
Seremm (>,<)
Dia juga monster (>. <")
Lord Arsais tampak menjilat darah yang mengucur dari sisi pipinya, dan kemudian langsung melesat ke arah monster itu.
"O True Rune of Earth, Lend me Your power! Scatter! Earth! Unleash the fury! Schorched Earth!"
Bongkahan batu batu besar beterbangan mengikuti arah tangan Lord Arsais dan menghantam monster itu dengan kuat. Lord Arsais tampak berada di atas angin dalam pertempuran ini. Dia tampak tidak kesulitan mengatasi Collosus yang ukurannya jauh berada di atasnya.
Collosus yang terus dihantam bebatuan yang beterbangan tersebut limbung dan terjatuh. Lord Arsais terlihat menyeringai saat ia mengangkat tangannya ke atas.
Sebuah batu raksasa terkoyak dari langit langit, membentuk ratusan duri tajam raksasa di bagian bawahnya.
Sejenak aku bergidik melihat wajahnya. Seringainya tampak tidak biasa. Seringai kejam dan penuh kepuasan
Ia menjatuhkan tangannya ke depan Collosus yang sudah terkapar, dan sebuah pilar batu raksasa terjatuh dari langit dan menghantam Collosus tersebut tanpa ampun.
Lord Arsais sejenak berdiri mematung di depan hasil karyanya. Bajunya basah oleh darah yang berasal dari tubuh Collosus.
Monster itu terlihat masih berusaha bergerak. Masih hidup rupanya. Susah banget sih matinya. Ckckckck. Hmm, untung aku ditolong Lord Arsais. Tapi kalau begini, berarti aku ga bakal dapat item yang aku mau dong (T^T) soalnya sudah dibunuh ama Lord Arsais.
Lord Arsais berbalik dan berjalan ke arahku. Dia melepas sarung tangannya
"MPku Habis. Bunuh dia..." Ucapnya santai, kemudian duduk di pillar tempatku tadi tersudut. Ia melipat tangannya dan menyenderkan kepalanya, kemudian menutup matanya.
Collosus tadi tampak masih terseok seok berjalan ke arahku.
Kuambil tongkat yang ada di punggungku, dan kutodongkan tepat ke arahnya.
"Beam!"
Ledakkan kecil tepat di dada monster itu sukses merobohkannya. Monster itu tersungkur dan menghilang dari pandanganku. badanku masih sakit, tapi luka lukaku sudah menutup sepenuhnya
"Ambil Itemnya.." Ucap Lord Arsais santai
Aku melihat ke tempat monster tadi tebaring.
Diantara beberapa item item sampah tampak sebuah pakaian berwarna merah kecokelatan.
Kupelajari pakaian itu
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
