Caesar's View
"Ah! aku meninggalkan Armorku di tenda!" seruku tiba tiba
Axel yang berjalan di sampingku menghentikan langkahnya, menunduk tampak berpikir apa yg akan diucapkannya.
"Apa Sir Caesar mau aku mengambilnya?" ujarnya tanpa menatap mataku
dia benar benar aneh akhir akhir ini. setiap aku melihatnya dia selalu membuang muka dariku. apa mukaku ada yang salah ya? atau jangan jangan dia iri karena mukanya kalah cakep(=_=")
"Ga, gausah, kamu tunggu disini aja, aku balik ke sana, kamu bisa tunggu disini kan?"
Axel mengangguk cepat, kemudian duduk di batu di dekatnya. Anak ini memang imuut! kelakuannya masih kekanak kanakan banget, mungkin di dunia nyata dia masih anak SMP atau SD ya?
"yasudah, aku pergi sebentar, jaga dirimu oke?" ucapku kembali sambil mengacak acak rambutnya.
entah kenapa aku jadi senang mengacak acak rambutnya akhir akhir ini.
pertanyaan terakhirku dijawab dengan anggukan dan senyuman manis darinya, aku pun membalasnya dengan senyum, tetapi ia kembali membuang muka
aku menghela nafas. salah apa sih aku?! kutinggalkan dia disana dan aku kembali berjalan ke tenda Apin
Aku hampir saja masuk ke dalam, saat kudengar seseorang berbicara di dalam
"Lindungilah aku, seperti janjimu..."
Lord Marty? janji? janji apa?
kuberanikan diri mengintip ke dalam, kulihat Apin mengangguk lemah ke arahnya.
"aku tak akan meninggalkanmu" ucapnya parau
Mengapa dengan raut muka itu? dia tampak tersiksa.
tak lama kemudian Lord Marty keluar dari tenda. aku membalik badan agar tidak ketahuan menguping pembicaraan mereka.
kembali kutatap ke dalam.
kulihat Apin sedang duduk tertegun di kursinya. bibirnya bergerak gerak, tapi tidak ada suara yang terdengar.
tak lama, aku melihat setitik cairan bening menetes.
"Airmata? Apin menangis? baru ini aku melihatnya. apa karena Lord Marty? ada apa sebenarnya?"
mendadak dadaku terasa perih, perih saat aku menatap kearah Apin. Aku ingin tahu, apa yang membuatnya bisa begitu sedih, padahal Apin adalah orang yang cuek.tapi aku tahu, dia tidak akan mau dilihat dalam keadaan seperti ini. akhirnya aku memutuskan untuk segera pergi kembali kepada Axel sebelum Apin menyadari keberadaanku.
"Sir Caesar? Sudah dapat Armornya? kenapa tidak dipakai?"
"Tidak, aku baru ingat kalau armorku kutaruh di Gudang, yasudah, nanti aku beli armor baru, malas banget kalo aku harus balik ke gudang.... " ucapku sambil tersenyum
Axel tampak mengangguk mengerti
"Mau pakai Armorku? aku punya dua set! kalau mau Sir Caesar bisa pakai punyaku!"
kuusap rambutnya pelan
"Tidak, nanti aku cari armor baru. oke? bisa tunggu sebentar? aku mau mengirim surat untuk Lord Arsais"
sejenak jendela pesan terbuka di hadapanku
COMPOSE MESSAGE
To : Arsais
Hei, Apin, sore ini sibuk ga? kita jalan yo! kan weekend? sekali sekali kita jalan keluar! gimana? kita ke Mall! aku tunggu jawabanmu oke, kalo iya nanti aku jemput!"
Setelah menekan tombol send, pandanganku beralih pada Axel. kurengkuh bahunya perlahan. Ia terlihat panik dengan perbuatanku dan langsung melepaskan diri
"Kenapa sih? hmm, yaudah, ayo kita lanjut jalan lagi. Academy masih satu jam jauhnya."
Aku langsung berlalu pergi, sementara Axel berlari lari kecil mengikutiku.
Tiba tiba, sebuah lambang surat muncul di sampingku. segera kutekan, dan Jendela pesan kembali terbuka di hadapanku
From : Arsais
Wah, tumben kamu ajak aku jalan? ya ayo kita jalan, lagipula kan sekarang lagi masa tenang, jadi ya aman aman aja.
Jam berapa mau jemput nya? Gimana perjalanan kalian? Sudah sampai? aku juga lagi bersiap siap balik ke Valerie
Hmm? dia menutupi perasaannya, yah, dia emang selalu gitu.
To : Arsais
Jam 6 sore ya, aku jemput!
Jangan Molor lagi!
From : Arsais
Oke.
Kututup kembali jendela pesanku. aku menghela nafas.
kenapa dengan perasaanku tadi? kenapa dadaku panas karena melihat dia menangis? apa aku kasian melihatnya? Tidak, tidak hanya karena itu, aku merasakan gejolak kemarahan. rasanya aku tidak rela. Perasaan apa ini? Yasudahlah, yang penting nanti kan bisa jalan jalan. Siapa tau aku bisa bikin dia heppy lagi
"Sir Caesar? Sir Caesar kenapa? kepanasan ya? mukanya senyum2 tapi kok merah gitu? hmm?"
DEG!
Aku lupa ada Axel disampingku! ah, gapapa lah, aku lagi happy juga! kuamit tangannya, lalu kugendong dia.
"Ayo! kita ga boleh telat sampai ke Academy!"
Axel terlihat shock dengan perlakuanku, dia mengibas kibaskan tangannya panik, dan wajahnya terlihat merah padam
.
"Turunkan aku! Turunkan aku! nanti isi tasku berhamburan!!"
BRUK! terlambat
Kulihat kebawah. tas Axel sudah terbuka dan isinya berjatuhan ke bawah. Buku, dan berbagai macam barang barang dan obat obatan.
"Kenapa kamu bawa barang sebanyak ini? Kamu selalu bawa barang sebanyak ini kalau pergi?"
ia menggeleng cepat
"Tidak! tapi kan Sir Caesar selalu lupa membawa persediaan kalau mau pergi, makanya aku siapkan semuanya dobel!"
Dia tersenyum manis lalu langsung membalik badan dan berlari lari pergi.
Aku terkejut mendengar perkataannya. kubukaa tasku.
Kosong melompong. aku lupa stock kebutuhanku sehabis perang tadi!
Yeah, harus kuakui ini memang kebiasaan burukku, sering banget kalau aku lagi hunting dengan Bishop Arsais, aku malah lupa membawa persediaan dan malah berakhir kami tunggang langgang dihabisi monster. Dia tampaknya sangat hapal dengan kegiatan, dan hal yang menjadi kebiasaanku. apa karena lama bersamaku ia jadi hapal kebiasaanku ya? Aduh, berarti semua kebiasaan burukku ketahuan ama dia!
"Ayo, Kita masih harus naik kapal cukup jauh! Ingat janji 3 hari kita! "
Axel mengangguk bersemangat, ia merapalkan mantra yang tampaknya mempercepat pergerakan kaki kami.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Academy. Axel tampak sangat berjaga jaga sepanjang perjalanan, kalau kalau kami dihadang monster atau sejenisnya. sedangkan aku?
Pikiranku sudah jauh menerawang ke nanti sore. aku sudah ga sabar mau jalan bareng ALVIN!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
