Silver's View
Lorigard City, Aronia Country.
"KITA HARUS MEMBALAS PERBUATAN HARMONIA PADA KITA!"
Seagent meraung kuat, diikuti oleh sekelompok orang yang sedaritadi berkumpul di sekelilingnya.
Seagent tersenyum puas melihat antusiasme yang berhasil ditariknya, ia kemudian mengangkat sebuah gambar bandul dengan lambang Harmonia.
"INI BUKTI HARMONIA MENYERANG KITA! MEREKA DENGAN BODOH TELAH MENJATUHKAN LAMBANGNYA DI TEMPAT PENYERANGAN! HARMONIA HARUS MEMBAYAR PERBUATAN MEREKA!"
Orang orang yang berlalu lalang tampak mulai tertarik dan mendekat, sementara kerumunan yang sedaritadi sudah berkumpul tampak mengangguk angguk setuju sambil mengacungkan tangan mereka.
"KITA TIDAK BOLEH DIAM SAJA DIINJAK INJAK SEPERTI INI!"
Seagent meneruskan perkataannya dengan lantang, berusaha keras menarik semakin banyak penonton. Tanpa ia sadari sepasukan tentara sudah berada di dekat kerumunan mereka.
"ADA APA INI!"
Seagent terdiam sejenak, kemudian dia menatap ke arah pemuda berjubah merah yang bediri di depan kerumunan orang banyak.
"Cardinal...!"
Keadaan yang tadinya ramai dengan gumam dan teriakan segera terdiam, beberapa orang yang tadinya hanya duduk di tepi jalan mulai tertarik dan berdatangan ke arah mereka.
"Aku ulangi, ada apa ini."
Ucap Cardinal lagi dengan dingin.
Seagent langsung tersenyum dengan berani, dia segera menunjukkan telunjuknya ke arah Cardinal.
"Lihat! Cardinal ada disini! Kalian bisa tanya sendiri padanya! Harmonialah yang mempermalukan kita!"
Kerumunan yang tadinya sunyi sekarang mulai berbisik bisik, dan lama kelamaan mereka mulai bergumam dengan nyaring.
Cardinal memegangi keningnya, kemudian dia menoleh ke belakang, menatap ke arah barisan tentara yang berada di belakangnya, memberi kode dengan alisnya sambil melihat ke arah kerumunan.
"Silent Lake..."
Seorang dari Priest yang berdiri di belakang Cardinal menghunjukkan tangan kirinya, setetes air muncul dari tengah tengah udara dan menetes ke tanah, membentuk lingkaran berwarna biru di sekitar kerumunan itu membuat mereka menjadi bisu dalam sekejab.
Cardinal menutup matanya, menghela nafas, kemudian menatap dingin ke arah kerumunannya. Dia menatap dengan tajam ke arah Seagent, kemudian mengacungkan telunjuknya dengan berang.
"Seagent, kalau sampai ada kekacauan di Aronia karena ulahmu, aku jamin kepalamu akan berada di depan gerbang kota saat itu juga! Dan untuk kalian, aku harus meluruskan masalah ini! Aku sudah mengirim Priest Keith kesana, dan Harmonia menyangkal hal itu! Aku menjamin bahwa pelakunya bukanlah Harmonia dengan namaku sendiri!"
"Cardinal, tenangkan emosi anda...."
"Tenang Keith, aku sedang dalam kontrol penuh terhadap emosiku, aku hanya perlu berbicara lebih keras untuk meyakinkan mereka..."
Kerumunan itu mencoba berbicara, mereka membuka mulut dan berkata kata, tetapi tidak sepatah katapun terdengar dari mulut mereka.
"Kalian tidak mau mendengarkanku bila aku tidak membisukan kalian. Jangan biarkan kalian diadu domba! Aku percaya Harmonia bukanlah pelakunya!"
Cardinal mengepalkan kedua gengamannya, dan menatap tajam ke arah rakyatnya.
"Bagaimana, kalau benar Harmonia yang melakukannya?"
Seagent tersenyum angkuh. Ia melipat kedua tangannya dan mengangkat dagunya sambil menatap ke arah Cardinal.
Sejenak Cardinal terdiam, kemudian ia menghela nafas dalam.
"Aku sendiri yang akan menghabisi pelakunya...."
Cardinal meremas kedua genggamannya, terlihat jelas dia bergitu kuat menahan emosinya.
"Kita pergi sekarang. Lepaskan mantramu, Vius."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasíaLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
