Rio's View
Brrrmmm
Kuputar kunci yang tergantung di motorku, dan secara otomatis suara deruman motorku menghilang sambil terbatuk batuk.
Aku turun dari motorku, dan merapikan rambutku.
"Rio! Hei! Rio!"
"Ah, Christ!"
Pria yang ada didepanku merapikan tarikan nafasnya yang tadi tersengal karena berlari ke arahku.
"Akhirnya kita bareng bareng shift pagi juga! Lama ga ketemu yah!"
Aku hanya menggeleng sambil menghela nafas.
Dasar anak lebay, baru juga 3 hari ga ketemu karena beda shift sudah bilang lama.
"Barusan juga 3 hari ga ketemu!"
"Oh, iya yah, kamu kurusan ya...!"
Aku kembali menghela nafasku.
Emang ada ya orang yang bisa mendadak kurus dalam 3 hari?
"Berlebihan kamu! Hahahaa!"
Aku merangkul bahunya perlahan, kemudian membimbingnya keluar dari tempat parkir rumah sakit.
"Hmm, kamu lebih santai ya hari ini?"
Christ berujar sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan tanganku.
Aku semakin memperkuat dekapan tanganku.
"Maksudmu?"
"Yeah, kan pasienmu berkurang satu, Alvin, ingat?"
Oh, iya benar juga.
Alvin ya....
"Yeah, kurang satu, hehehe..."
"Kenapa malah murung? Enak kan pasienmu berkurang satu?"
Christ menatapku dengan bingung sambil memegangi lehernya, tampaknya bekas dekapanku meninggalkan bekas di lehernya.
"Yeah, hahaha! Asik, lebih santai ya..."
Aku berbicara seadanya, sambil terus berjalan beriringan dengannya.
"Yeah, asik ya, kemarin waktu mereka mau pulang, aku nyempatin diri ngobrol sama Alvinnya. Dan kamu tau? Kembarannya kayaknya ga suka ama aku. Oh, ya, dia juga titip salam untukmu, katanya kita diajak datang sesekali."
Aku hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
Aku tahu, yeah, aku tahu semuanya, kamu yang tidak tahu...
=============flashback===========
"Dokter Rio? Ada apa? Anda hari ini libur kan?"
Seorang perawat menatapku dengan bingung karena aku tiba tiba muncul di pintu rumah sakit.
"Iya, aku libur hari ini..."
Aku tersenyum ke arahnya.
"Lalu kenapa? Apa dokter mau bertemu dengan Dokter Kepala?"
"Ah, tidak! Aku cuma mau membesuk temanku disini..."
"Ohh, ya! Silahkan! Hehehe."
Perawat itu segera mempersilahkanku meneruskan perjalananku.
Aku pun tidak mengerti kenapa hari ini aku ada disini.
Padahal satu jam yang lalu aku masih bersantai di rumah sambil mendengarkan musik dari mp3 ku.
Entah kenapa tiba tiba terbersit pikiran bahwa Alvin akan pulang hari ini, dan tanpa dikomando otakku segera memerintahkanku untuk bergerak ke rumah sakit.
Aku memandangi lorong utama yang tampak lengang dari pengunjung, mungkin karena ini memang bukan jam besuk, sehingga hanya penjaga pasien yang mungkin berada di dalam lingkungan rumah sakit ini. Aku masih berpikir, apa yang tadi mendadak membuatku berangkat.
Perasaan tidak rela? Perasaan apa itu?
Mengapa aku merasa tidak rela saat aku berpikir Alvin akan pulang hari ini.
Hmm..
Mungkin cuma perasaanku?
Lagipula, aku juga masih ada satu hal yang harus aku konfirmasi.
Tentang si pirang kecil itu.
Ya.
Kenny.
Aku harus mencari informasi darinya.
Aku yakin emblem yang aku ambil saat itu ada hubungannya dengan Harmonia.
Aku yakin dia pasti punya informasi dimana Arsais yang lama berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
