Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

CHAPTER 2.18: Witness

43 7 0
                                        

Yue's View

"Kita Serang Rupanda..."
Seluruh mata segera tertuju pada Rex yang memasang tampang santai sambil mencoret coret peta di hadapannya.

"Kamu pasti bercanda kan...?"
Wyatt menatapnya dengan tak percaya, semua yang ada disini pasti memiliki pikiran yang sama dengannya.
Menyerang Harmonia dengan keadaan pasukan seperti ini?

"Dengarkan dulu, Rex pasti punya ide, benar kan? Tidak mungkin dia akan menyerang tanpa taktik yang mendukung, ya kan Rex...?"
Arsais mencoba menenangkan ruangan yang mendadak riuh oleh para petinggi pasukan kami.
Saat ini pasukan kami sudah didukung oleh para penyihir dari Magician Island, dan seluruh penduduk Blue Moon Village. Selain itu, para Sindarin, pasukan Viktor dan Island Country juga memperkuat sisa pasukan kami yang berhasil dibawa oleh Kanna menuju ke Blue Moon Village.

Tapi jelas itu masih belum mampu mengalahkan pasukan Harmonia.
Harmonia sendiri adalah negara terbesar dan salah satu negara terkuat di Suikoworld. Kekuatannya mampu mencapai 3 hingga 4 kali kekuatan negara lain. menghadapi Harmonia sendirian saja mungkin kami akan bersusah payah, apalagi kalau harus meladeni pasukan Alliansi mereka yang juga terdiri dari negara negara raksasa.

"Kenapa kalian takut? Grassland, Zexen dan Kannakan sudah setuju untuk membantu kita..."
Rex meneruskan kata katanya, dan membuat semua orang kembali terkesikap.

"Tapi mereka perlu waktu seminggu atau lebih untuk mencapai tempat ini, dan kapan kamu ingin menyerang Harmonia?"

"Malam ini. Sekarang kita akan bersiap, malam ini kita menyerang, dan kita ambil kembali semua domain Aronia."

"BERCANDA!"
Arsais yang tadinya mendukung Rex segera menarik kembali kata katanya. Dia tanpa sadar berteriak saat mendengar perkataannya.

"Tidak, tidak ada yang bercanda, malam ini kita akan serang Rupanda. Kalau kita beruntung, aku yakin kita bisa membunuh dua atau tiga pimpinan aliansi mereka malam ini dalam serangan kita..."

"Kami tidak bercanda?"
Rex mengangguk, dia menyodorkan kembali peta yang sedaritadi dicoretnya pada kami.

"Aku dan Kanna sudah mempersiapkan semuanya. Apa kalian melihat Kanna?"
Kami semua kembali berpandangan.
Benar juga, sejak kemarin kami tidak melihat Kanna di wilayah Blue Moon Rune, tapi mungkin kami tidak memikirkannya karena beberapa waktu ini kami memang tidak pernah berpikir tentang perang di desa ini, sehingga kami sibuk dengan urusan kami masing masing.
Tapi tampaknya Rex sudah menyiapkan segalanya, dan akhirnya mengejutkan kami dengan ide gilanya saat ini.

"Kanna ada bersama Grassland, Jowston dan Kannakan. Memang benar jika kita menunggu mereka mungkin kita perlu waktu sampai seminggu, tapi lain hal kalau kita tidak menunggu mereka..."
Pixel mengerutkan keningnya, berusaha mencerna arti perkataan Rex.

"Yeah, saat ini mereka berada di selatan Harmonia, sedangkan kita berada di Utara Aronia, untuk mencapai tempat kita, mereka tentu harus mengambil jalan memutar menghindari Harmonia, dan itu akan memakan waktu sampai satu minggu atau mungkin lebih."
Rex mengambil nafas sejenak, sambil mencorat coret petanya.

"Tapi kita bisa memulai serangan sekarang, dan memanfaatkan posisi kita sekarang untuk mempermudah serangan kita."

"Jadi? Apa yang kita lakukan?"

"Saat ini Harmonia hanya mengetahui kalau kita sudah mati, dan semua pasukan kita terpencar. Mereka sudah pasti menganggap ancaman sudah terlewati dan kembali menyebarkan kekuatan mereka secara merata ke seluruh wilayah mereka, yang artinya, kita akan dengan mudah dipukul balik jika menyerang dalam keadaan ini."
Arsais mengarsir wilayah wilayah tertentu. Kami semua berdesakan mendekati meja strateginya.

The Night and The DayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang