Kenny's View
"Ehh! Kenny?!"
Dia tampak masih belum sadar sepenuhnya, mulutnya melongo melihat kearahku.
Ini orang kenapa sih.......
("= 3=)
"Sendirian Kev...?"
Kevin mengangguk pelan kemudian kembali menatap ke arah luar. Idih, ni anak daripada ke Mall lebih baik ke gunung kek! Ngapain ke mall kalo yang diliat malah pemandangan!
"Hmm...."
"Sroot sroot..."
"Hmm...."
"Sruuuuuuttt..."
"Ken, itu udah habis...."
Ups~!
Aku menghentikan sedotanku dari gelas plastik yang tadinya berisi teh susu, kemudian kupamerkan deretan gigiku ke arahnya.
Kevin melirikku sejenak, kemudian menghela nafas dan kembali asik menatap ke arah luar.
"Kamu mau...?"
Aku menghunjukkan sebatang cokelat yang tadi aku bawa dari rumah.
Dia menatap sejenak, kemudian kembali mengalihkan pandangannya dari hadapanku
"Ihh! Ga sopan! Masa daritadi buang muka terus dihadapanku!"
Menyebalkan! Humph!
Aku menggelembungkan pipiku, sambil masih menggerutu aku mengupas cokelat yang tadinya aku mau kasih ke dia lalu kukunyah dengan kencang.
Nyutt~!
Aduhh! Gigiku ngilu!
T_T
"Aduhh aduhh... gigiku..."
Aduhh! Sakit banget! ngilunya masuk ke dalam gusi rasanya!
"Pfft.. Bhahahahahaha!"
Akhirnya Kevin membuka mulutnya dan tertawa melihatku.
Aku kembali menggelembungkan mulutku.
Nyutt!
"ADUUHH"
Sakit banget! Setetes airmata keluar dari pinggiran mataku karena rasa sakit yang menusuk gigiku.
"Ahehehehehe..."
Kevin berjalan pergi dari hadapanku sambil terus tertawa. Aku masih menjilati gigiku yang sakit untuk menghilangkan bekas cokelat.
Aduhh Sakit bangett
T_T
"Nih, minum..."
Kevin menaruh sebuah gelas karton biru di hadapanku, kemudian kembali duduk didepanku. Apaan nih? Obat ya?
Hmm...
Tanpa pikir panjang aku langsung menyedot kuat sedotan yang terhunjukk ke arahku.
"PANAASS!"
Panas! Isi kartonnya ternyata teh panas! Bibirku terasa merekah karena teh panas itu segera membakar mulutku. Lidahku pun jadi mati rasa karena panasnya.
"Aduh! Dasar bodoh! Jangan langsung diminum begitu! Sedikit sedikit sambil dikenain gigi yang ngilu nanti pelan pelan hilang!"
Kevin terlihat panik sampai dia segera melepaskan gelas soda yang dibelinya bersamaan dengan teh hangat ini
"Kamu ga bilang! Panas tauk!"
Aku memanyunkan bibirku dan mengikuti petunjukknya. Perlahan lahan aku menghisap minuman panas itu dan melewatkannya di gigiku yang sakit.
"Ehh! Hilang...!"
"Wahahahahah!"
Kevin yang sedaritadi memperhatikanku langsung pecah dalam tawanya.
"Kenapa lagi sih kamu!"
Aku meletakkan minumanku dan segera membuang muka dari hadapannya.
"Ahahah! Aduh, aduh, kamu tadi lucu banget. Ya nggak sih, kamu emang selalu lucu daridulu! Aneh!"
What! Aneh? Kamu ama Alvin tuh yang aneh! Kok bisa aku dibilang aneh! Tapi ya udahlah! daripada dia murung kayak tadi, kalo sekarang kan udah lebih baik!
Akhirnya aku memutuskan untuk memasang cengiran lebar daripada manyun manyun. Lagipula, kata dokter kan kalo senyum bisa lebih awet muda!
"Nahh, gitu dong, kan lebih enak daripada mukanya ditekuk tekuk!"
Kevin nyengir lebar, kemudian memperhatikan sekeliling. Kayaknya dia lagi cari bahan obrolan yang cocok buat kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
