Caesar's View
"Darimana saja kamu?"
Arsais hanya melirikku sejenak, kemudian langsung meneruskan langkahnya memasukki aula utama
"WOI, KEMANA AJA KAMU!"
"Jalan jalan."
Ia duduk di takhtanya di tengah aula utama
Aku hanya bisa menggeleng melihat kelakuannya. Ini sudah lebih dari acuh tak acuh, ini... Apa ya...?
Menyebalkan pokoknya.
Walau sebenarnya dia orang yang baik, tapi tetap saja kelakuannya kadang bener bener nyebelin!
"Paling tidak kamu bisa kasi tau aku lewat message kalo kamu memang mau pergi kan. Kamu harus ingat jabatanmu disini. Kamu bukan orang biasa! Kalau tiba tiba terjadi apa apa seperti di North Wall, semua pasukan pasti kelabakan!"
Aku menatapnya tajam.
Dia tidak terlihat menggubris kata kataku, tatapannya menerawang sambil memainkan surai topinya.
"Oh ya....!"
Secara tiba tiba arah pandangannya mengarah padaku.
"Caesar, kau dapat perkembangan baru tentang mercenary di Central Distric?"
Aku menghela nafas. Anak ini! Kalau ada keperluan baru angkat bicara. kepalanya kayaknya terlalu penuh dengan berbagai urusan, sampai sampai dia ga bisa dengar orang berteriak di samping telinganya.
"Aku sudah mengirim beberapa orang untuk memeriksa keadaan Central. Tampaknya memang aneh. Pasukan Mercenary dalam jumlah besar menyebar di berbagai kota di Central, tetapi, Tidak satupun ditemui dalam radius 10 KM dari Great Temple, pusat Central Distric!"
Arsais tampak melebarkan matanya. Sejenak ia melihat ke arah jendela, alisnya tampak berkerut. Ia tampak memikirkan hal yang sangat sulit.
"Tidak mungkin...." Gumamnya pelan....
"Bagaimana dengan keadaan Royal Guard dari Central Distric?"
"Tidak terlihat ada perbedaan, semuanya terlihat biasa biasa saja."
"Apa kau memperhatikan para Shrine Templar?"
Aku mengerutkan keningku
"Apa maksudmu? Aku tidak memeriksa sampai kesana.......
Tu..... tunggu dulu! Kau pikir seseorang dari Great Shrine terlibat?"
Dia menggumam pelan, kemudian kembali berbicara
"Yeah, itu yang saat ini aku curigai. Keempat Bishop lain tampaknya tidak terlibat dengan hal ini. Bisa kau atur pertemuan rahasia antara aku dengan mereka?"
Aku mengangguk pelan
"Termasuk dengan Bishop Arvyn?"
"Yeah, dia mungkin rivalku, tapi hubungan diplomatik kami baik. Kami... Cuma punya masalah... Bilang saja masalah pribadi...."
Aku mengangguk dengan kening berkerut.
Masalah pribadi?
Masalah pribadi apa yang bisa membuat kami harus membayar jutaan potch saat mereka menghancurkan hampir separuh dari daerah bisnis Great Temple dan membuat Pontiff mengamuk dan bahkan melarang kami untuk datang ke Central selama sebulan?!
Aku masih mengerutkan kening, ingin bertanya lebih jauh, tapi Arsais membuang muka memberikan isyarat dia tidak mau mrmbahas masalah itu lebih jauh, dan segera menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.
"Ah, Caesar, bagaimana menurutmu tentang Axel?"
Ia kembali bertanya kepadaku. Aku kembali menggeser mataku ke arahnya duduk, dan mata kami saling terhubung. Kali ini tatapannya terlihat santai, dan menatapku dengan ingin tahu
"Maksudmu bagaimana? Tentang kemampuannya? Dia sudah banyak berkembang kurasa..."
Arsais menggeleng pelan.
"Maksudku, tentang dirinya. Menurutmu dia bagaimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasiaLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
