Silver's View
"...k....y.... "
Terdengar sebuah suara memanggil dari suatu tempat.
Dari suaranya, bisa dipastikan usia orang tersebut sudah tidak muda lagi.
Seorang anak muda dengan mata sipit dan berambut pirang tampak sibuk membuat kepangan kecil dari rambut belakangnya. Ia tampaknya tidak menyadari suara yg terdengar samar memanggilnya.
Di mulutnya tersembul sebuah lolipop dan dia terlihat berusaha keras merapikan kepangan rambutnya.
"Ahh! Susah banget sih!"
Anak muda itu mendengus kesal.
Sejenak ia memejamkan matanya, kemudian mata hijaunya kembali menatap bayangan dirinya di cermin
Ia kembali memanyunkan bibirnya.
"Coba lagii!!!"
Dia kembali berusaha keras mengepang rambutnya.
Rambut kecokelatannya dibiarkan teracak dan berdiri tanpa arah, sedangkan beberapa helai rambut belakangnya tampak sedang sibuk melawan kehendak tuannya untuk diikat
"KENNY...!!"
Anak muda itu tersentak, rambut yang sudah berusaha keras dikepangnya terlepas dan kembali terurai menutupi lehernya.
"Papa ahh..!! Udah hampir beres tau!"
Kenny's View
Ahh! Papa emang! Hampir aja aku mengepang rambutku dengan sempurna!
"Bentar ah pa! Aku lagi beberes juga!"
Aku memajukan bibirku sambil menatap kesal ke arah Ayahku
Ayahku cuma mendengus kesal kemudian menjitak pelan kepalaku
"Kamu mau ketinggalan pesawat?! Katanya kamu yang mau balik ke Indonesia? Ini sudah jam berapa sayaaaang!!"
Papa menjewer kedua sisi bibirku. Aku hanya menggelengkan kepalaku untyk melepaskan diri dari cubitan itu dan menatap ayahku sambil menggembungkan pipiku.
"Sini, bantuin aku kuncir kalo gitu!"
Papa cuma menggeleng pelan melihat kelakuanku, kemudian segera membantuku menguncir rambutku. Ia mengambil sisir, dan sebuah pita dari meja, kemudian mulai merapikan rambutku.
"Entah apa yang Rika bakal bilang kalo liat penampilanmu sekarang..."
Ayahku menggeleng sambil terkekeh geli, Aku segera membalik badanku dan memasang muka masam.
"Yeee, yang ada Mama pasti bakal bangga dong liat anaknya cakep gini"
Papaku kembali terkekeh mendengar perkataanku.
Sejenak wajahnya kembali tertegun. Seraut kesedihan tampak mengisi wajahnya.
"Kamu serius mau lanjutin sekolahmu di Indonesia? Kamu gamau disini aja temani Papa?"
Papa memandangku dalam, aku bisa melihat wajahnya mulai terlihat kesepian. Aku mengangguk mantap merespon pertanyaannya.
"Yep! Aku mau tinggal sama Mama, Pa, lagipula kan ga adil aku udah 7 tahun sama Papa, sekarang giliran mama dong...!"
kumajukan bibir bawahku.
Papaku menarik pita kuning yang sedari tadi berada di tangannya dan mengikatkannya pada kunciran rambutku. Dia menatapku sejenak, kemudian memelukku dengan perlahan.
"Papa pasti kangen Kenny, kalau sudah disana sering telepon Papa ya..?"
Papa melepaskan pelukannya dariku, matanya sudah terlihat berkaca kaca.
Aku kembali memeluknya, dan memasang senyum lebarku ke depannya
"Senyum dong Pa! Lagian papa kan bisa ke Indo kalo kangen kan! Kasian Mama ga ada yang temanin"
Kupasang senyum termanis yang aku bisa
Ayahku terkekeh pelan melihat sikapku. Dia mengacak acak rambutku dengan lembut
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
