Caesar's View
Suara suara ramai mengusik telingaku.
Aku membuka mataku, saat ini aku berada di sebuah rumah kecil terbuat dari kayu. Seorang teleporter berpakaian jubah Harmonia tampak lalu lalang membereskan berbagai perkamen perkamen yang bergunung di sisi ruangan.
Dia terus berusaha menumpuk perkamen itu dengan ulet, walaupun gulungan kertas itu menolak dan kembali berjatuhan saat ia melepaskan tangannya.
"Hallo, Selamat datang di North Wall!"
Dia akhirnya menyadari kalau aku sedaritadi terus memperhatikannya. Gadis itu segera menebas jubahnya yang tampak berdebu, kemudian segera tersenyum ke arahku
"Err, kamu melihat seorang priest berambut cokelat yang baru saja datang kemari?"
Gadis itu sejenak menerawang ke atas sambil menggigit gigit telunjuknya, kemudian dia menjentikkan jarinya.
"Ah! Priest imut itu kan! Ya ya! Dia barusaja keluar, tampaknya dia menyeberang ke gerbang perbatasan..."
Aku mengangguk angguk, kemudian tersenyum dan menundukkan kepalaku ke arahnya.
"Terimakasih.."
Aku berjalan keluar dari bangunan itu, dan gerbang perbatasan tampak berdiri kokoh tepat di ujung jalan.
"Pantas dia melihatnya, ternyata gerbangnya didepan mata.."
Aku bergumam sendiri sambil melangkahkan kakiku menuju bangunan batu keabuan yang berdiri kokoh di ujung kota.
Kiri kanan jalanku tampak berbagai orang duduk dan menghamparkan berbagai barang, kembali mengingatkanku pada pasar di L'Entracte, tempat dimana masalah panjang ini bermula. Masalah dimana aku dan Axel terpaksa harus menjalani pilihan yang begitu berat bagi kami.
Aku tahu, aku tidak pantas melemparkan kesalahanku pada hal hal lain, hanya saja, entah kenapa rasanya ingin aku melepaskan semua bebanku. Andai aku tidak perlu memilih jalan ini..
Lamunanku berhasil menghantarkanku ke gerbang utama. Sepasang penjaga berbaju besi segera menghadang jalanku.
"Kalian melihat seorang priest muda barusaja lewat sini? Apa dia melapor? Kemana dia akan pergi?"
Aku tidak menunggu lama, aku segera memberondong kedua penjaga itu dengan pertanyaan.
"Siapa kamu, dan apa keperluanmu menyeberang? Di sisi lain gerbang ini adalah wilayah kekuasaan Aronia, dan Lord Arsais melarang semua warga Harmonia yang tidak berkepentingan melewati perbatasan demi keamanan."
Aku menatap tajam ke arah mereka, Kurogoh sakuku, dan kukeluarkan lencana Harmonia dari sakuku.
"Saya Strategist dari Valerie Royals. Minggir, dan jawab pertanyaanku..."
Mataku masih menatap marah ke arah mereka. Jelas saja, karena kejadian konyol ini, tentu saja aku kehilangan banyak waktu dan mungkin Arsais sudah jauh di depanku. Lihat saja, kalau sampai aku kehilangan jejak, mereka harus membayar mahal!
Mereka terkesikap, dan segera menundukkan kepalanya
"Maafkan kami! Priest itu? Dia melapor dia akan pergi ke Catalun Bay City. Kukira kalau dia tidak ada keperluan di sana, mungkin dia akan pergi ke Midlake Village..."
Aku mengangguk sambil tetap mengunci pandanganku ke arah mereka.
"Kalau sampai, karena kejadian bodoh ini, aku kehilangan jejak, leher kalian sekarang dalam bahaya..."
Desisku sambil menatap kedua orang yang saat ini tidak berani menatap ke arahku.
Aku segera melangkahkan kakiku ke arah gerbang tanpa menoleh ataupun mengucapkan sepatah kata kepada kedua penjaga yang diam seribu bahasa.
Kupercepat langkahku, aku harus sesegeranya mencapai Catalun! Mungkin aku bisa dapat perahu kedua untuk menyeberang ke Midlake, kalau memang ternyata Arsais menyeberang ke Midlake...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasiLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
