CHAPTER 2.31: Retaliation

24 6 1
                                        

Arsais's View

"Bishop Arsais..."

"Hmm?"
Aku menoleh, mendapati wajah Pixel yang tampak kuatir.

"Ada apa Bishop?"

"Umm, itu, soal dua orang itu..."
Pixel menunjuk ke arah Rex dan Cardinal Jyo yang tampak duduk berjauhan.

"Entalah..."

"Iya, emangnya ada apaan ama mereka? Kayaknya perang dingin deh?"
Arvyn mengambil sebuah kursi dan duduk dengan menopangkan dagunya di sandaran kursi itu, sambil melihat pada Yue dan Rex yang saling diam.

Mungkin lebih pantas ga dibilang saling diam sih.

Tepatnya keadaannya seperti ini:
Yue mencoba minta maaf berkali kali pada Rex, tapi Rex tidak menggubrisnya, dan selalu pergi setiap Yue akan mendekat.
Lucu ya?

Tampak jadi hiburan bodoh bagiku sepanjang pagi ini, tapi tampaknya yang lain menguatirkannya.

Apa yang harus aku katakan?
Aku pun baru tahu kalau Cardinal Yue adalah dokter Rio di dunia nyata.
Sebelumnya aku ga tau, dan waktu kemarin mendadak Rio menghajar Christ di Mall pun, aku cuma bisa melongo melongo kaget.
Kukira ada apa.
ternyata masalah cinta.
Hufh...

Untung aku dan Kenny ga pernah dapat masalah begitu.
Aku melirik wajah Axel yang tersenyum ke arahku sambil mengangkat karung persiapan amunisi kami.
Dia tersenyum sambil berjalan ke arahku.
Aku membalas senyumannya, saat dia mendadak menghilang dari pandanganku.
Eh?

"Aku ga kenapa kenapa! Aku ga kenapa kenapa! Ini siapa yang bikin parit disini sih!"
Axel tampak dengan susah payah menaiki parit dalam tempatnya tadi terjatuh, kemudian mengangkat karung yang dipegangnya kembali ke bahunya.
Ahh!
He's Just to cute!

"Dia bego..."
Arvyn berkomentar sambil memperhatikan Axel yang berusaha keras mengangkat karung dari dalam lubang hingga ia kembali terjatuh ke dalamnya.
Ah! Too Much Cuteness~!

"Terlalu Bego..."
Ujar Bishop Arvyn lagi.
Hmm, yah, mungkin memang agak konyol.

Kembali ke masalah Christ dan Rio.
Semenjak kejadian pemukulan yang menggemparkan seisi rumah sakit itu, dengan ajaib baik Christ maupun Rio tidak menerima sanksi apapun dari rumah sakit, padahal kalau aku jadi dokter kepala aku akan menjamin mereka mendapatkan minimal skors setahun di rumah mereka.

Okay, agak berlebihan.
Dan semenjak pemukulan kemarin itu juga, aku baru mengetahui jati diri Rio, yang ternyata adalah Cardinal Yue, dan ternyata...
ALVIN GAY!

Dan cewek yang dulu sering ditemui Alvin adalah Cardinal Yue!
Aku baru menyadarinya saat memandangi wajah Yue.
Yah, mungkin karena rambut panjangnya aku jadi salah melihat jenis kelaminnya.
Semua orang bisa salah kan?

"Nah Nah, Rex datang kemari!"
Benar saja yang dikatakan Wyatt yang sedaritadi hanya menguping pembicaraan kami.
Sosok Rex mendekat ke arahku, wajahnya tampak benar benar jengah.

"Hai Rex...."
Ujar kami berbarengan sambil memasang senyuman terbaik yang bisa kami berikan.
Rex hanya menghela nafas.

"Kalian bersiaplah, sebentar lagi kita harus berangkat ke Valerie Barren, tolong siapkan formasi, sebentar lagi aku akan bergabung ke sana. Oh, aku duluan!"
Rex bergegas pergi dari kami, dan berlari memasuki pintu istana Rupanda.
Tak lama kemudian, Cardinal Yue datang dengan tergesa gesa ke arah kami.

"Kalian lihat Rex...?"

"......................................"

#menggelengjamaah
===============================

The Night and The DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang