CHAPTER 42:Thanks But... UH OH!

57 8 1
                                        

Kenny's View

"KEEEEENYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"WUAAAAAA!!!!!"

Kaget!
Aku langsung melompat dari kasurku, mengerjap, dan mencari kekiri kekanan

"Apa.. apa!!"
Aku menoleh ke arah pintu, Mama lagi sembunyi di belakang pintu sambil cekikikan gajelas

"Pagi sayang, kaget??"
Mamaku menjulurkan lidahnya sambil ketawa semakin keras
Igh!
Moga lidahnya kegigit
Amen!!

"Mama AH! Teriak teriak segala kirain ada apa! Emang jam berapa sih sekarang?"

Mamaku melirik ke arah jam tangannya, kemudian memicingkan matanya sambil menatap ke arahku.

"Jam 6 sayaang, pagi ya?"

". . . . . . . . . . . . . ."
Tanpa berbicara sepatah katapun lagi aku segera berjalan menuju kamar mandi dan menutup kamar mandiku.

"Hmph!"
Mamaku mengetuk pelan kamar mandiku sambil memanggil manggil namaku.

"Kenny, ngambek yaa? Kenny...."
Huh! Biarin aja! Makanya jangan bikin aku ngambek!
Aku menyalakan shower dan membasahi sekujur tubuhku
Dinginn!
>,<

"Kennyyy...Kenny,,,,"
Huh! Mamaku manggil manggil, ngerasa bersalah ya?
Rasain! Makanya jangan usil!
Aku menjulurkan tanganku, memencet pelan knop sabun di kamar mandi
@_@
Kok kosong?
......................

"MAAAAAAAMAAAAAAAAA!!!!"
Mama langsung cekikikan diluar, disambung dengan gelak tawa nyaring dari luar kamar mandi.

"Makanya kalo dipanggil nyaut dong, hampir aja Mama tinggal sabunnya!"
Mamaku menjulurkan lidahnya sambil menyodorkan ampul sabun ke arahku.
Pantes aja ga ada isinya, isinya diambil semua ama Mama!
Sumpah aku punya Mama usil banget.
Ckckckck
Hmph!

Aku mengecek semua perlengkapan mandiku sebelum aku melanjutkan ritual mandiku, kalau kalau ada lagi barang yang dibawa lari oleh Mama.
Hmph!

"Mama, lapar..."
Aku berjalan keluar kamar dan memasuki pintu dapur. Mama segera menyambutku dengan senyuman lebar dan kantong plastik putih di tangan kanannya.

"Mama, beli makanan diluar lagi pasti!"
Mamaku cuma meringis pedih sambil menuangkan isi kantung ke piring.
Mama nih! Kebiasaan! Semua pasti dibeli diluar, yahh, tapi mending sih, soalnya kalo mama masak pasti ga enak sama sekali
(peace maa v  v)
Aku ngelirik ke arah makanan yang baru dituang Mama.

"Wah, bubur nih ma? Nyabu kita ya pagi ini"
Mamaku langsung nyengir lebar.

"Iya dong say, pagi ini kita nyabu sampe teler! Bang Bokir dipanggil sana! Ikutan nyabu biar teler semua!"
Aku dan Mama langsung tertawa dan segera menyelesaikan sarapan kami, karena jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.

"Kenny, nanti kamu mama jemput telat ya, Mama ada janji ama tante Rika, jadi kamu tunggu sebentar ga apa apa kan?"
Aku mengangguk mantap.

Sekarang kami sudah di perjalanan menuju sekolah, Mama duduk di samping Pak Yahya, sementara aku menguasai bangku belakang.

"Oh iya, nanti jangan lupa bilang kalo kamu tunggu ditempat Yujii atau temanmu ya! Jadi Mama ga bingung!"
Aku mengangguk mantap kembali.

"Oia, say, ngomong ngomong kamu ketemu dimana temen kayak Yujii?"
Aku menatap bingung ke arah Mama.

"Kenapa emangnya Ma? Emang Kak Yujii kenapa?"
Mamaku menoleh sambil memamerkan deretan giginya yang putih bersih karena baru digosok tadi pagi kemudian berbicara sambil terus tersenyum.

The Night and The DayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang