Kevin's View
"Apin!"
Alvin baru keluar dari mobilnya saat dia melirik ke arahku.
Aku sengaja menunggunya hari ini. Aku sengaja datang pagi untuk menunggunya datang ke sekolah.
"Alvin! Hei.."
Dia menatapku sekilas dan langsung berjalan melewatiku.
Dia memang cuek, atau dia masih marah sama aku ya?
Aku berlari mengikutinya berjalan ke dalam kelas.
"Alvin, sudah selesai PRnya? Hari ini keseniannya kita sekelompok ya?"
Pertanyaan yang sebenarnya ga perlu aku ajuin, karena si malas ini jelas ga ngerjakan PRnya dan kami memang selalu sekelompok di kesenian. Aku hanya mau melelehkan suasana yang membeku di antara kami.
"......"
Dia berhenti dan menatapku dingin. Tidak seperti tatapan santainya yang biasa.
Sejenak kemudian dia memasang kembali headsetnya dan berjalan meninggalkanku ke kelas.
Sepanjang hari selama di kelas dia juga ga ngomong apapun ke aku. Yah, walaupun dia memang jarang ngomong, tapi paling nggak kadang dia menjawab perkataanku, walau itu cuma Ya, Enggak, atau Bego amat, atau apalah yang penting dijawab.
"Alvin, kamu masih marah sama aku...?"
Alvin masih tetap asik dengan bukunya. Dia berpura pura enggak mendengar perkataanku sama sekali karena dia pake headset. Padahal aku tahu itu adalah salah satu caranya dia untuk menghindar kalau dia sudah merasa jengah atau malas untuk meladeni sesuatu.
"Alvin, maaf, aku kemarin ga bermaksud begitu..."
Dia masih tetap tenggelam dalam bacaannya.
Aku perhatikan buku yang dibacanya. Buku Matematika? Buku matematika dibaca? Ni anak mau sok pinter malah keliatan begonya... (=_=")
"Alvin, maaf, aku cuma ga suka aja kemarin si Axel dekat dekat kamu...."
Alvin melebarkan matanya, tetapi tetap asyik membolak balik halaman bukunya. Sekarang dia malah lagi membaca soal uji kompetensi (-_-'). Sebentar lagi dia pasti baca Daftar Isi deh...
Aku memegang bahunya.
Dia tetap tidak menggubris perkataanku.
"Alvin, aku cemburu ama Axel..."
Detakan jantungku kembali menguat saat aku mengatakan hal itu. Aku takut dia akan menjauhiku saat aku mengatakan perasaanku padanya.
"Aku cemburu! Aku kan Komandan pertamamu! Aku juga udah ketemu kamu lebih dulu daripada dia, tapi kenapa keliatannya kalian lebih dekat sih!"
Plokk!
Alvin menamparku pelan dengan Buku Matematika yang tadi dibacanya.
"Bodoh...."
Akhirnya, Kata kata pertama dari bibirnya~! Walaupun cuma "Bodoh..." (-_-)
Aku menatapnya bingung.
"Dia lebih dekat padaku?" Dia menghela nafas pelan.
"Kamu harusnya peka!"
Aku menatapnya bingung.
"Aku cuma ga suka kamu dekat sama dia. habisnya, kamu sering tanya tanya soal dia ke aku..."
Alvin memalingkan mukanya ke arah jendela
"Aku bertanya bukan karena aku ingin tahu, tapi agar kamu menyadari... Seperti aku menyadari apa yang ada didalam kepalamu, Kevin..."
Apa? Apa yang dia ketahui?
"Maksudmu...?"
Dia hanya menghela nafas pelan, dan kembali membaca bukunya
"Bodoh..." Gumamnya pelan
=======================================
Axel's View
"Haaa... Haa....... Haahh......."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantastikLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
