Kevin's View
"Aku mau duduk disitu!"
Aku dan Kenny yang pagi itu sedang duduk berhadapan sambil ngobrol dikejutkan oleh Alvin, alih alih kami, Edwin yang berada di samping Kenny tampaknya juga terpesona (baca:terkejut) Karena Alvin tiba tiba datang, dan menunjuk meminta dia duduk di kursi yang ditempati Kenny.
"Ehh, memangnya ada apa Lord..."
"AHEM!"
Kenny segera menutup mulutnya dengan menyumpalkan batang cokelat yang sedang dimakannya, sadar kalau dia hampir saja membuka identitas asli Lord Arsais di muka umum.
"Ada apa sih Pin?"
Aku memanggil Alvin dengan panggilan kecilnya. Dia tampak tidak menghiraukanku dan tetap menunjuk ke arah bangku Kenny sambil terus menatap tajam, bagai seorang anak yang merengek minta permen di etalase mall.
"Aku sedang malas duduk denganmu, aku mau duduk disini! Kenny, kamu pindah ke depan!"
Alvin menatap tajam ke arah Kenny, aku tahu tatapan itu! Tatapan itu adalah tatapan yang digunakan Alvin setiapkali dia menyuruh Axel untuk melakukan sesuatu, dan dia tidak ingin permintaannya dibantah.
Seperti yang aku duga!
Kenny seakan tersihir segera menatap kosong ke arah Alvin, kemudian dia mengangguk dan merapikan seluruh buku bukunya dan berpindah ke sampingku.
"Haahh..."
Alvin menghela nafas panjang, kemudian segera mengeluarkan sepasang headset berwarna hijau toska dari dalam tas sekolahnya.
"Apa...?"
"T..tidak!"
Alvin menatap tajam ke arahku, tampaknya dia sadar aku sedang memperhatikannya. Dia kemudian menyapukan tangannya dengan gerakan mengusir ke arahku, kemudian segera memasang headsetnya dan menyandarkan dirinya ke kursi.
"Psst, Kev! Alvin kenapa sih?"
"Gatau tuh bebz!"
PLAKK!
"AWW AH! SAKIT TAHU!"
Aku mengelus lembut pipiku yang terasa memanas karena tamparan dari Kenny barusan.
Kenny terlihat panik, sambil melirik ke sekelilingnya, kemudian dia berbicara dengan nada berbisik ke arahku.
"Stt! Dasar bego! Jangan panggil kayak gitu di sekolah kamu mau kita ketahuan?"
"Emang kalo ketahuan kenapa? Kita pacaran kan!"
Aku memanyunkan bibirku, tapi Kenny dengan jengah segera menarik bibirku dengan kencang dan menghentak hentakkannya beberapa kali.
"Stt! Kan ga enak kalo kedengaran yang lain! Kita kan cowok ama... cowok..."
Kenny tampak sangat berhati hati dengan kata terakhir dari kalimatnya barusan.
Aku menepuk jidatku, kemudian meringis ke arah Kenny yang saat ini sudah menggembungkan kedua pipinya ke arah ku.
Benar juga! Kami kan cowok sama cowok!
Berarti aku ga bisa mesra mesraan ama dia di sekolah dong
T_T
Dan mungkin kami juga ga bisa mengumbar kemesraan di tempat umum ya?
Rasanya hubungan kami akan berjalan dengan sulit ya?
Aku memandangi Kenny yang sekarang duduk di hadapanku dan tampak sibuk membetulkan bukunya yang tampaknya terlepas dari staplesnya.
"Kenapa sih? Sini aku betulkan."
Aku mengambil buku itu dari tangannya, kemudian aku stapleskan kembali dengan menggunakan stapler yang aku ambil dari dalam tasku.
"Nih.."
Aku menyodorkan buku bersampul biru itu kembali kepadanya, tapi alih alih mengambilnya, dia malah memundurkan tubuhnya dan menyimpan kedua tangannya di atas kakinya.
"Kenapa?"
Kenny menggeleng pelan, kemudian segera merampas buku itu dari tanganku dan memeluknya erat.
"Kenapa sihh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
