Caesar's View
Jleb!
Belatiku menancap dalam ke dalam dada monster berbentuk banteng.
Monster itu mengerang, dan tumbang dengan belati di dadanya.
Aku menarik belatiku dan memeriksa ke sekelilingku.
Monster keenam yang kubunuh disini
SIAL!
Dimana dia?!
Dia pasti ada disini.
Aku lihat kotak message ku
Dia tidak membalas messageku. Apa dia benar benar marah padaku?
Axel....
Kuhunuskan pedangku pada Harpy yang hampir saja mencengkram bahuku.
Nyaris...
Aku menancapkan pedang keduaku padanya. Harpy itu terpekik pelan dan jatuh.
Aku langsung meninggalkan monster itu dan berlari jauh ke dalam bayangan pepohonan
Dimana...?
============flashback=====================
Aku berlari keluar membawa semua senjataku.
"Sir Caesar, anda masih online? Anda mau kemana? Mau pergi berburu?"
Aku menoleh, seorang penjaga dengan jubah cokelat mendatangiku.
"Ah, Linguine? Kau melihat Axel?"
Dia mengernyitkan dahinya pelan.
"Captain Axel? Kukira dia sudah offline? Tunggu dulu, tadi dia berbelanja di rune shop. Coba Sir Caesar tanya pada orang orang disekitar sana."
Aku menghela nafas sambil menatap ke arah yang ditunjuknya.
Toko sekaligus sebuah bar kecil di pojokan Kastil Valerie, beberapa orang tampak masih duduk disana sambil berbincang.
"Terimakasih. Oh ya, dia bukan Captain, Dia Colonel, mulai dari saat ini.."
"He...?"
Pria berjubah itu tampak masih belum bisa mencerna kata kataku barusan saat aku meninggalkannya. Aku berjalan ke arah toko itu, dan memandang berkeliling.
Tidak ada seorangpun yang kukenal. Mereka semua tampaknya pasukan pasukan tingkat bawah. Karena terlalu banyak aku jadi tidak bisa mengenal semuanya.
"Sir Caesar! Wah wah, ada apa ini!? Barusan Captain Axel datang kemari, dan sekarang Chief Strategist juga? Sebentar lagi pasti Bishop pun datang kesini!"
Seorang pria dengan pedang besar dan wajah bercambang tertawa keras. Aku menatapnya sebentar, kemudian segera mendatanginya.
"Kamu melihat Axel? Kemana dia...?"
Pria itu terkejut. Dia sejenak terhenyak, kemudian mengerjapkan matanya.
"Waw, waw, sabar, ada hal serius apa ini...?"
Aku menyisir rambutku dengan tanganku
"Ah, maaf! Aku ada perlu, apa kau tahu dia kemana?"
Pria itu sejenak mengingat ingat.
"Hmm, tadi dia cuma membeli delapan rune yang benar benar mahal untuk tongkat barunya, setelah itu dia pergi. Aku tidak mendengar apa apa tentang kemana dia pergi..."
"Ah! Tadi dia bilang dia mau membeli perlengkapan di Chisa untuk tongkat barunya. Dia tampaknya sedang bersiap siap sekali. Apa kita akan segera perang lagi?"
"perang?! "
" Kita akan berperang?!"
Aku menggeleng cepat, berusaha menenangkan gerombolan orang yang mulai panik karena pembicaraan barusan.
"Tidak, tidak akan ada perang! Aku hanya mencari Axel! Apa ada yang tahu dimana dia?"
Aku mengarahkan mataku berkeliling.
Seorang wanita dengan rambut putih dan baju ungu yang terlalu terbuka untuk disebut sebagai pakaian meneguk minumannya dan menatap genit ke arahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Night and The Day
FantasyLove Story in Fantasy Game and Real Life! Check it out! Based on Suikoden Game! I rewrite and Edited some parts and Ending from my last story.... Its in Indonesian!
