Chapter 2.5: Smile!

32 6 4
                                        

Kenny's View

"Alvin ayo dicoba dong ahh...."

"......."

"Alvin...."

"............"

"Alviiiiin, dicoba doooong....."
Alvin tidak menghiraukan kata kataku, dia tetap saja dengan cuek menatap kearah luar jendela.

"Kenny...."
Aku menoleh ke arah Kevin, yang saat itu menggeleng geleng sambil melihat ke arahku.
Hufh, kenapa sih, kok malah geleng geleng, emangnya ada ada yang lucu ya.

"Kenapa sih, kok geleng geleng gitu kamu?"
Aku menoleh ke sebelah Kevin, Arvin, si kembaran Alvin juga ikut menggeleng sambil menatapku.

"Emang Alvin gabole dikasi Fanta ya?!"

"MANA BOLEEEHH!!"
Kevin dan Arvin berseru bersamaan membuatku melompat mundur hingga ke pelukan Alvin.

"Kok, kok ga boleh sih? Fanta itu kan sehat.... "

"Katanya kalo lagi minum obat itu ga baik minum yang kayak gitu~! Masa kamu ga tau sih! Lagian kamu baca kitab sesat darimana bilang Fanta itu sehat???? Pengawet sama pemanis doang isinya..."

Ups.
Aku menjulurkan lidahku sambil meringis sambil mengamati minuman yang aku sodorkan padanya.
Euh! Bahkan tutup besinya lupa kubuka! Mana bisa diminum juga!
>,<
Aku meringis sambil melihat ke arah Alvin, yang membalasku dengan tatapan kesal.

"Ma..Maaf..."
Alvin hanya mendengus dengan muka sebal, Aku segera turun dari atas tubuhnya, Alvin tampaknya tidak perduli, karena dia sudah tidak lagi memperhatikanku dan mengalihkan pandangannya kembali ke arah jendela.

Lagi lagi, selalu menatap ke arah danau itu.
Apa sebenarnya yang terjadi dengan Alvin?
Apa ada sesuatu sebelum Arsais terbunuh di Valerie?
Apa ada sesuatu ya ama danau itu?

Umm....
Gatau ahh, 
Otakku udah kecil kebanyakan dipake ntar abis aku jadi tambah bodoh dehh.
X3

Alvin hanya tertegun diam menatap ke arah air danau, terkadang secarik senyuman terlintas di pipinya, membuat wajah manisnya bersemu.

"Kenny..."
EEHH!
Aku tersentak kaget, kemudian segera menoleh, Kevin menatapku dengan tatapan sebal.

"Kamu ngeliatin Alvin ampe segitunya banget sih!"
Kevin mendengus sambil berbicara pelan. Ia memajukan kedua bibirnya, memberitahukan kalau dia cemburu dengan perbuatanku.

"Ehh, enggak, aku cuma mikir apa yang lagi diliatin Alvin kok, bukan ngeliatin Alvinnya..."
Kevin mangguk mangguk sambil tetap memonyongkan bibirnya.

"Iiih, jangan digituin bibirnya, jadi jelek tau!"
Aku menjepit kedua bibirnya dengan jari tanganku, kemudian menarik - nariknya dengan kedua tanganku.

"Aduhh, Sakit, sakit..."

"Kalian ngapain sih..?"
Ups!
>,<

Kami lupa kalau di ruangan ini bukan cuma ada kami berdua, tapi juga ada Arvin, kakak Alvin yang gantian tugas jaga, karena Mama Alvin membawa Grace pergi les di dekat rumah mereka.
Arvin menatap kami sambil mengerutkan mukanya, menatap bingung ke arah kami.

"Kalian kok ngambek ngambekan gitu, sih, konyol banget..."
Aku dan Kevin sontak menggaruk kepala kami, karena menyadari kami baru saja mengumbar (sedikit)kemesraan di depannya.
Semoga dia ga mikir aneh aneh.

"Kalian aneh ya, ampe sedekat itu..."
(- -")
Oke, dia udah mikir aneh aneh sekarang, yang kurang tinggal curiganya doang.

"Kok kalian kayak pacaran sihh..."
(O.o")
Kayaknya aku harus jadi cenayang deh!

The Night and The DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang