Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

CHAPTER 2.37: Wolves Of Magic

37 6 0
                                        

Rex's View

"Sudah semuanya...?"

Aku melirik ke arah Greg yang membalas pertanyaanku dengan anggukan, ia menyarungkan kembali pedangnya yang berlumuran darah.

"Sudah semuanya, memang lebih mudah karena sebagian sudah dibereskan per grup..."

Arvyn menggunakan Wind Rune miliknya untuk meniup darah dari bajunya hingga bersih, kemudian merapikan rambutnya.

"Memang lebih mudah merobohkan rumah kalau pilarnya sudah dihancurkan satu persatu..."

Aku menjilat sabitku, sambil melirik ke arah sosok wanita yang duduk ketakutan di hadapan kami.

"Jadi, apa pengakuanmu... Mayor Anabelle...?"

Aku menatapnya dengan wajah sesenang mungkin, membuatnya meringkuk ketakutan di lantai.

"Bagaimana... Bagaimana bisa kalian membunuh semua anak buahku...?"

"Apa ini? Jelaskan semua ini!"

Yue berteriak kebingungan, dia sedari tadi hanya terdiam membisu menyaksikan kami habis membantai semua pasukan Jowston.

"Yeah, jelaskan padaku!"
Pixel berteriak dari arah lain kerumunan, tapi tampaknya ujung toyanya sudah basah oleh darah.
Dasar IQ jongkok, tidak tahu apa apa tapi ikut menyerang.

"Alvin! Apa apaan ini!"
Aku melirik ke arah Arsais, IQ jongkok berikutnya, keluar dengan pedang bersimbah darah, tapi tampak sama kebingungannya, begitu juga dengan pasukanku, dan Anabelle yang hanya bisa meringkuk ketakutan.

"Aku hanya melakukan pembersihan... Aku tidak mau ada pengkhianat di dalam pasukanku..."

"M...Maksudmu apa Vin?"
Arsais tampak semakin kebingungan.

"Kau tanyakan pada wanita itu, apa yang dilakukannya selama ini!"
Kanna menunjuk pada Anabelle yang menunduk, tubuhnya tampak gemetaran.

"Kenapa?"
Aku maju ke arahnya, menarik sabitku kembali.
Sabit hitam itu berkilap memantulkan cahaya ke lantai, membuat Anabelle terjembab mundur karena terkejut.

"Kamu ga bisa bicara?"

"mmm... MMh..."
Anabelle hanya bisa bergetar hebat, dia menatapku dengan mata berair.

"Ahh, menangis? Apa aku harus membuka kedokmu, mata mata Harmonia...?"
Sierra maju, menarik rambut Anabelle dengan keras, memaksanya berdiri dengan kepala tengadah.

"Selama ini, ada mata mata diantara kita, kalian tidak merasa kebingungan kenapa saat malam itu Yuber dan Joshua hanya dengan pasukan seadanya berani menyerang markas kita? Kalian tidak sadar kalau selama ini semua informasi kita bocor?"
Kanna berteriak dengan lantang.
Aku maju kembali, memegang dagu Anabelle dengan lembut, kemudian menyeringai padanya.

"Orang ini adalah mata mata Harmonia, atau tepatnya, dia bekerja sama dengan Yuber, untuk mencari informasi tentang kita. Aku masih belum tahu, siapa sebenarnya yang memimpin mereka, tapi aku yakin, Yuber, Anabelle, Joshua bekerja dalam satu tim, dan Anabelle bertugas sebagai mata mata di antara kita. Serangan malam di North Wall pun, aku yakin adalah saran dari Anabelle, karena dia menyadari keadaan markas kita yang kosong pada malam hari."
Aku menatap ke arah Anabelle yang masih terdiam.

"Apa itu benar, Mayor?"
Aku kembali menatap ke arah pasukanku.

"Dia malam itu online bukan karena tanpa sebab, dia dan Jowston malam itu memang sengaja Online, mereka berencana menyerang pasukan Wyatt dan Leknaat dari belakang untuk mengepung mereka, dan begitu North Wall jatuh, otomatis kita juga akan kalah, dan kalau malam itu kita dihabisi, maka Harmonia resmi memenangkan perang ini..."
Aku menoleh ke arah Anabelle.

The Night and The DayCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang