"Emery, gue dapet info tentang orang yang lo cari," ucap Julian di depan monitornya.
Segera Emery melangkah mendekati Julian. "Apa ?"
"Ternyata dia bukan anak sembarangan. Nama nya Kenzie Elvino Arslan, anak dari pemilik perusahaan Arslan Corporation."
"Dia anak tunggal. Perusahaan mereka dekat sama perusahaan ayahnya Alice."
"Dan gue dengar dari sekolah Raflesh. Kalau cowok itu pacaran sama Alice," lanjut Julian.
Emery langsung mengepalkan tangannya. "Lo gak bohong kan ?" tanya Emery, terlihat ia menahan emosi.
Julian menggeleng kepala. "Gak, gue gak bohong. Orang ke percayaan gue gak mungkin bohong."
Emery kembali duduk di sofa dengan kasar. Ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon Alice.
Nada telpon tersambung berbunyi. Namun rahang Emery seketika mengeras, saat yang mengangkat telpon bukan suara gadis itu.
"Halo siapa ?"
"Halo,"
"Siapa lo ?" tanya Emery dengan nada datar.
"Gue...Kenzie, pacarnya Alice."
"Dimana Alice ?!"
"Lagi tidur."
"Jangan pernah lo sentuh-sentuh Alice!"
Bip.
Emery memutuskan sambungan telpon sepihak dan langsung berdiri dari duduknya. Ia melangkah mengambil kunci mobil dan keluar markas. "Julian, kirim alamat cowok itu sekarang!" perintah Emery.
Julian mengangguk saja.
"Eughh," leguh Alice, ia terbangun dari tidur siangnya yang masih berada di kamar Kenzie.
"Udah bangun," ucap Kenzie, tanpa menatap Alice. Karena dirinya sibuk bermain game.
Alice mengangguk pelan, kesadaran masih belum terkumpul. Alice mengerjapkan matanya, "Sekarang jam berapa ?" tanya Alice dengan serak, seraya merapihkan rambut-rambutnya yang sedikit berantakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝟶𝟷. ᴋᴇɴᴢɪᴇ : ɢᴀɴɢsᴛᴇʀ [ᴇɴᴅ] ✔
Teen FictionAlice Zaline Elvina, satu-satunya anggota wanita yang tergabung ke dalam gangster bernama RedBlue Eyes atau di singkat R.BE. Identitas Alice tak pernah di ketahui oleh siapapun terutama musuhnya, jika sedang beraksi Alice selalu menggunakan masker d...