"Apa ini?"
Ini bunga mirip bunga kamboja berwarna hitam dengan tangkai bunga mawar. Ini ajaib sekali! Soga terus berjalan, dia tak menjawab pertanyaanku barusan.
"Apa salah?"
"Diamlah, aku tak mau bermalam disini!"
Suaranya meninggi.
Dia tak suka ya?
Kami tak banyak bicara karena aku tahu dia tak berniat menjawabnya sama sekali. Apa salahku? Aku hanya bertanya saja. Soga terlihat sangat garang dengan potongan pendeknya. Sebenernya dia sangat cantik dengan hidung mancung, mata bulat, dan dia mirip sekali dengan bule yang sering kulihat di sosmed.
Danta juga demikian.
Teman-teman Soga muncul dari segala arah dan membentuk barisan lurus.
Mereka masih tertawa, jika diperhatikan mereka juga mirip dengan Soga.
Apakah Greenland mewarisi paras rupawan?
Cittt... Cittt....
Seekor burung hinggap dibahu Soga.
"Kamu mau kemana?"
Cittt... Citt...
"Nanti kita main lagi."
Burung itu pergi.
Apa dia baru saja berbicara dengan hewan?
"Katakan padaku, kamu baru saja berbicara dengan burung itu kan?" Tanyaku.
"Heh..."
Apa itu keistimewaan Greenland?
Tapi, tidak. Redland tak mengubahku menjadi apa-apa. Blackland hanya memberiku kekuatan sama dengan mereka. Jika Greenland memiliki kemampuan lebih, ini sangat menguntungkan. Mereka tumbuh dengan alam, besar, dan kukira sangat menjaga alam.
Kami berjalan hampir 2 jam lamanya tanpa istirahat. Soga berhenti berjalan, di depan ada sebuah percabangan jalan. Apa kami akan berpisah?
"Hah, jika kamu ke kanan. Kamu akan menemukan kota Verra. Disana paling dekat dengan Blackland. Kami harus pergi ke kota lain." Soga memberitahuku.
"Seberapa jauhnya?" Tanyaku memastikan.
"Kira-kira 1 jam kamu akan sampai di sana, kamu hanya perlu mengikuti jalan ini saja."
1 jam cukup untuk kesana, berhubung medannya seperti ini. Mungkin akan memakan cukup banyak waktu.
"Mungkin kita tak kan bertemu lagi, tapi ambil ini." Dia memberiku makanan.
"Ambil ini juga!"
"Ini."
Mereka memberiku banyak makanan dan benda-benda yang aneh. Untuk apa ya?
"Terima kasih."
"Ini salam perpisahan kami, jaga dirimu!"
Soga bersama yang lain pergi ke arah kiri. Sesekali mereka menengok ke belakang.
"Jangan lupa tugasmu jadi Sioner!"
Soga berteriak kencang.
Aku mengangguk, dan melambaikan tanganku.
Mereka baik ternyata, aku menyimpan semua pemberian mereka ke dalam tas. Aku akan sendirian mulai saat ini.
🍁🍁🍁
Hampir 1 jam aku berjalan, tanda-tanda bangunan tak terlihat sekalipun dimataku. Entah tertutup rimbunnya pohon atau apa. Beruntung mereka memberiku makanan lebih, jika hanya ubi cuma akan mengenyangkan tapi kurang memberiku energi lebih. Udara juga semakin dingin, apa benar kata Soga ini jalan ke kota Verra?
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanfare ( END )
Science FictionTrea harus merasakan berbagai kejadian-kejadian di luar pemahamannya. Semuanya terkuak satu demi satu sampai akhirnya dia menerima fakta bahwa dia adalah Sioner. Hidup dalam pengejaran dan diburu. Bahkan dia tak tahu dunia apa yang menantinya nanti...
