Bab 64 : Keluarga Putih

171 32 1
                                        

Mereka tentu saja datang, kali ini Acra keluarga diadakan di halaman rumah James. Aku diperkenalkan lagi di depan mereka. Tapi, aku tidak mendapat sambutan yang baik. Sama seperti kemarin.

"Perhatian, aku disini bukan tanpa alasan. Aku disini ingin tahu bagaimana keadaan keluargaku. Terima kasih telah datang kemari, tidak kusangka aku memiliki keluarga yang cukup banyak. Kuharap kalian menikmati acaranya."

Aku tersenyum seadanya, mereka berbisik dan bertepuk tangan. Selebihnya mereka fokus pada obrolan lain. Iya cuma itu yang ingin kukatakan. Lagipula bukan itu yang kuinginkan. Para orang tua tidak terlalu suka pada orang asing.

Aku menahan senyuman saat James berjalan kearahku.

"Ayo, sayang. Mereka menunggumu." James mempersiapkan lengannya.

"Hey, dia adikmu!" Bentak El.

"Aku tahu, aku punya bisnis dengan adik kesayanganku."

Aku mengandeng lengan James, kami sudah seperi simbiosis mutualisme. Tentu saja, aku akan tutup mulut mengenai game itu.

"Ayo, El." Ajakku bersemangat.

Kami datang ke gerombolan anak-anak seusia kami. Mereka nampak seperti anak orang kaya yang sulit didekati jika tak punya harta dan tahta. Mirip seseorang.

"Teman-teman, ini Trea. Sepupuku."

Aku membungkuk dan mencoba mengeluarkan senyuman penuh keceriaan.

"Hai!"

Hanya satu orang yang membalasnya selebihnya sekitar tujuh orang lagi tidak terlalu peduli.

"Dengarkan! Dia adikku!" El menekan tiap kata.

Baru ketika El mengatakannya meraka mencoba membalas sapaan ku. Ternyata El punya kekuasaan disini.

"Heh, okey Trea. Ini Samuel, Rebecca, Beny, Sherena, Naomi, Louis, Cessar, dan Alberto."

Aku mengangguk, wajah mereka tak ada bedanya. Jujur ini lebih susah daripada belajar biologi. Ini sulit, siapa ya tadi?

"Kamu dari bumi kan?" Tanya seorang bernama Sherena.

"Bukan." Jawabku.

Mereka saling tatap.

"Aku dari Archi secara alami, tapi aku tinggal di bumi. Seperempat darah Redland, seperempat darah Blackland, seperempat darah Greenland, dan terakhir Whiteland."

"Anak campuran sama dengan Ellardo." Itu Alberto.

Dia pasti sepupu rese, dia berperawakan besar dan tinggi. Rambutnya panjang, bisa kuikat kucir kuda. Tapi dia membiarkannya tergerai alami mirip perempuan.

"Ya, sangat bagus kamu setidaknya punya sedikit darah Whiteland. Tak mungkin kamu bisa kemarikan? William tak bodoh menerima cucu yang tiba-tiba mengaku." Mulut Rebecca ternyata lebih pedas dari cabe ijo.

"Sayangnya aku sepupumu, aku ingin menjalin hubungan baik dengan kalian. Bukankah kalian bangga, setidaknya ada dua orang Sioner di keluarga besar ini."

"Kamu dan El hanya kecoa yang menempel. Kami tidak butuh juga kalian Sioner." Naomi tampak tenang sembari meminum air yang pasti itu beralkohol.

Wajahnya tenang tapi bicaranya. Ini melelahkan.

"Oh ya, dimana hadiah ku kemarin?" Tanya James mengganti topik.

"Nih, sia-sia aku belajar." Beny melemparkan kunci. Oh, dia bertaruh mobil.

"Ditunggu babak lainnya, semua lengkap kan?"

"Ya, kamu belajar darimana? Atau kamu meminta William membocorkan rahasia nya?"

Fanfare ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang