"Alberto!"
Profesor Baines menembak tubuh Alberto sampai tidak sadarkan diri. Apa yang dia lakukan pada sepupuku?
"Menyerahlah! Ini akan sangat mematikan jika tidak ditangani dengan benar." Profesor menodongkannya padaku. Aku berjalan dan menarik tubuh James pada Alberto.
Hanya bahunya yang tertembak tapi itu cukup untuk melumpuhkan Alberto seorang ketua polisi. Jika aku gegabah, kami dalam bahaya. Aku menyerahkan semua kertas pada James. Setidaknya mereka harus aman pulang ke rumah. Keadaan Alberto juga tidak baik. Ini semua salahku.
Aku membawa mereka dengan paksa.
"Trea! Alberto... Dia sangat pucat." James memeriksa Alberto.
Aku tahu!
"Ada apa? Kalian menyerah? Kamu tidak ingin menyerang ku dengan tubuhmu sebagai Blackland? Aku pasti akan sangat senang melihat karya besarku menjadi sesuatu yang lebih besar."
Apa? Karya besarnya? Jangan bilang dia juga yang melakukannya? Semua penelitian itu, dia yang melakukannya. Tubuh ini! Aku tidak akan memaafkannya.
"Jadi, kamu?"
"Tunjukan padaku! Bagaimana tubuh mu bisa berubah-ubah seperti bunglon. Bumi, Whiteland, Greenland, Blackland, dan Redland. Aku ingin melihat semuanya!" Teriak Profesor Baines.
Cukup! Aku mengambil bola portal. Aku tidak akan tahu lagi, aku tidak mau mendengar apa-apa lagi. Aku sudah tidak peduli akan semua penelitiannya padaku. Aku tetap Trea Luvita Praditya. Seorang anak bumi!
"Terima kasih informasinya."
Bola meledak disekitar kami. Aku menatap tajam Profesor Baines. Setelah ini, semuanya akan berakhir.
"Hahaha... Memangnya kalian bisa pergi?"
Kenapa tidak berhasil? Kami masih berada disini.
"Ini tempatku. Aku yang membuat bolanya. Tentu saja tidak bekerja." Profesor Baines mendekat.
Aku tidak memperkirakannya. Bagaimana ini? Aku harus menolong Alberto juga. Sialan! Aku terjebak. Apa yang harus kulakukan untuk meloloskan kami? Jalan keluar.
Blackland memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia.
Jika dia ingin melihatnya, akan kutunjukkan bagaimana hasil penelitiannya menghancurkan dirinya.
"Ini dia! Karyaku!"
"Aku tidak akan mengampunimu!" Aku membawa tubuh Alberto dan James pergi.
Tubuhku menabrak apa saja yang ada didepanku. Aku tidak peduli telah mendorong siapa saja. Mereka juga bagian dari penelitian gila ini.
Dorrr... Dorrr...
"Tangkap mereka!"
Aku berlari tanpa arah pasti. Ini terlalu banyak lorong dan pintu. Bagaimana aku tahu jalan keluarnya?
"Trea, ini gila! Aku masih belum mau mati!" James memegang erat tanganku.
Aku juga tidak mau mati disini. Aku masih harus menyelesaikan banyak hal dalam hidupku.
"Lindungi tubuhmu! Ini cukup menyakitkan."
"Apa? Apa lagi?"
Tinggal menyingkirkan tembok-tembok ini saja! Aku berlari dan menubruk layaknya banteng yang mengamuk. Aku tidak peduli ruangan apa yang telah kami lalui. Aku hanya ingin jalan keluar saja.
"Trea! Ada lift!"
Dimana? Aku berbelok ke kanan dan melompat masuk ke dalam lift. Ada dua orang yang terlihat kekuatan. Apa mereka ingin pergi?
"Bawa kami keluar! Atau aku akan mencekik leher kalian!"
"Baaa-ik."
Pintu tertutup sesaat orang-orang datang menembak kami. Aku masih bisa bernapas untuk sekarang. Bagaimana keadaan Alberto? Aku, aku akan menyelamatkannya!
"Aku tidak ingin lagi masuk dalam rencana gilamu. Meski itu dibayar mahal sekalipun."
Tinggg...
Pintu terbuka memperlihatkan orang-orang yang menodongkan pistol pada kami. Apa mereka menunggu kami datang? Aku melirik dua orang yang telah pergi keluar. Aku serius akan mencekik mereka jika mereka berbohong.
"Menyerahlah!"
"Aku akan mati! Aku akan mati!"
Aku tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Apa mereka tidak tahu siapa yang aku bawa ini?
"Jika kalian menembak kami sekarang. Cucu dari pemilik perusahaan game terbesar, pemilik game terlaris di seluruh Archi, dan ketua polisi akan mati bersama. Kalian pasti akan mendekam di penjara, bukan di penjara. Tapi di alam lain, neraka!" Aku berjalan keluar tanpa rasa takut.
Tubuh mereka sangat kerdil dibandingkan dengan tubuh Blackland ini. Mereka masih menodongkan senjata sampai kami berada di pintu keluar. Aku tidak paham ini dimana. Aku seperti pernah datang ke tempat ini. Apa mungkin ini gedung tertinggi di Whiteland? Pusat penelitian? Aku menahan senyuman. Mereka akan melihat dunia lebih baik setelah ini.
"Hahaha... selamat tinggal!"
Brakkk...
Aku menabrak kaca yang cukup tebal. Rasanya kepalaku sangat sakit, aku bisa mencium bau darah. Aku terjun dan melompat pada pohon putih. Berapa lantai yang kami datangi tadi? Disini pasti sangat aman. Aku menurunkan tubuh James dan Alberto. Kami bisa pergi segera.
"Ugh..."
Kepalaku sangat sakit.
"Trea? Kamu tidak apa-apa?"
"Tidak!"
Mataku berkunang-kunang.
"Sialan! Kamu tertembak!" James memeriksa tubuhku yang berangsur-angsur menjadi tubuh bumiku.
Aku tidak merasakan apapun tadi. Aku harus menyelamatkan mereka untuk pergi. Tapi jika James juga membawaku, dia pasti sangat kesulitan. Bola portal ku apa bisa digunakan?
"Bertahanlah! Sialan!"
Tubuhku tak bisa bergerak, aku terjatuh melihat James yang sangat panik. Kepalaku sangat sakit!
"Tangkap mereka!"
Sayup-sayup aku mendengar suara orang-orang. Mereka berdatangan pada kami dan menarik tubuh James dan Alberto. Tidak! Aku tidak mau mereka berada dalam bahaya lagi. Tubuhku terasa diangkat dengan sangat mudah.
"Trea!"
"Ughh..."
"Lepaskan! Aku! Kalian tidak tahu siapa aku? Aku, James!" Teriak James.
"Tutup mulutmu!!!" Seseorang berbadan besar memukul wajah James dengan sangat kuat.
Tidak! Tidak James!
Sialan! Aku tidak mau mereka jadi seperti ini. James, Alberto! Pergilah menemui Naomi! Aku melemparkan bola portal terakhir ke arah mereka. Jika seperti ini, aku tidak masalah untuk tertangkap. Mereka akan segera datang menolongku.
Maafkan, aku.
🍁🍁🍁
Salam ThunderCalp!🤗
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanfare ( END )
Science FictionTrea harus merasakan berbagai kejadian-kejadian di luar pemahamannya. Semuanya terkuak satu demi satu sampai akhirnya dia menerima fakta bahwa dia adalah Sioner. Hidup dalam pengejaran dan diburu. Bahkan dia tak tahu dunia apa yang menantinya nanti...
