Aku merubah diriku seperti setelan pabrik. Ini mudah dilakukan, meski nanti banyak orang yang memperhatikan tapi semua orang sudah tahu kemampuan bunglonku. Jadi tak masalah untuk menunjukkannya pada mereka.
"Kamu belajar banyak rupanya."
"Hmm, membuat kemampuan lebih baik."
"Kamu yakin dengan penampilanmu?"
"Setiap negara punya kelebihan, tapi penampilan ini aku ingin sekali memiliki kekuatan sendiri. Jika pulang nanti, aku ingin kuat."
Aku harus lebih kuat dan membantu ayah dan ibu. Trea harus jadi orang yang lebih bisa diandalkan. Cukup bertahun-tahun dibully karena lemah dan miskin. Aku ingin membuktikannya bahwa aku bisa melawan ketidakadilan pada diriku sendiri. Meski orangtuaku tidak akan menerima bantuan sepeserpun dari kakek, aku ingin bekerja dan membantu perekonomian keluarga.
"Tubuhmu masih lemah, lakukan pemanasan dan lari keliling tempat ini. Aku akan mengawasi."
Itu mudah, aku pernah melakukannya dengan tubuh ini waktu di Redland. Tak kusangka tubuhku jauh lebih ringan. Aku bisa melakukan pemanasan lebih lama dari biasanya. Kakiku berlari mengelilinginya rumah kakek yang luas sekali. El berlari dibelakangku. Aku harus joging tiap hari.
"El!"
"Apa?"
"Aku ingin belajar karate."
🍁🍁🍁
"Ujian kita dilakukan besok."
Aku memakan sayuran dan buah lebih banyak. Jika sedikit mana tahan perutku.
"Persiapkan diri kalian semua. Kita akan menghadapi banyak hal di Whiteland."
"Siap, bos." Aku memberi hormat pada Master G.
"Bicara soal besok, apa yang perlu kalian siapkan?" Tanya Aswin.
"Mungkin baliho!" Ujar Bion bersemangat.
Untuk apa baliho? Kami bukan ingin mencalonkan diri sebagai presiden kan?
"Whiteland tak suka atribut aneh." Dion menggeleng cepat.
Jadi siapa yang tinggal di Whiteland? Kenapa malah Dion yang tahu daripada Bion?
"Aku suka!"
"Zaman sekarang itu malah mengotori jalanan dan tempat, harusnya kamu tak pergi ke asrama." Dion memukul kepala adiknya.
"Didataku juga tak ada yang membencinya. Di asramaku mana bisa mengeceknya jika aku tak membuat alat sendiri. Siapa coba yang mau masuk asrama? Aku juga mau ikut denganmu di bumi."
"Waktu itu aku pernah bilang untuk mengecat rambutmu. Tapi kamu malah tak suka!"
"Rambutku rusak nantinya."
"Lihat, jangan salahkan orangtua kita."
Perdebatan mereka akan sangat panjang dan lama. Aku heran mereka kembar tapi tak ada cocok-cocoknya. Pasti cekcok tiap hari dan pasti tak ada yang mau mengalah.
"Kita masuk saja ke TV dan berbagai siaran televisi. Kita juga harus datang ke perbatasan dan masuk ke tempat yang butuh pertolongan. Jika kita naik ke perumahan itu tak perlu, mereka tak perlu dibantu. Mereka kaya. Kita datang ke sekolah dan panti asuhan."
"Pintar!" El menepuk kepalaku.
"Itu bagus Trea!" Bahkan Master G. memujiku.
"Hmm, aku dan Bion akan mencari tempat-tempatnya. Kami tahu banyak tentang peta Whiteland. Nanti malam aku akan memberitahu kalian." Dion menarik Bion.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanfare ( END )
Science-FictionTrea harus merasakan berbagai kejadian-kejadian di luar pemahamannya. Semuanya terkuak satu demi satu sampai akhirnya dia menerima fakta bahwa dia adalah Sioner. Hidup dalam pengejaran dan diburu. Bahkan dia tak tahu dunia apa yang menantinya nanti...
