Jadi James mengajakku ke berbagai tempat, dari pasar, swalayan, pabrik, sekolah, universitas, yang terakhir perpustakaan. Dia tak bisa menemaniku lebih lama karena dia harus bekerja. James hanya memberiku bola yang akan mengantarkanku pulang nanti. Katanya jika aku melemparkan bolanya akan meledak sendiri.
Sayangnya dia tak bisa memberi lebih dari satu, itu sebuah kewenangan dari petinggi. Takut disalahgunakan. Aku mengamati banyak sekali buku yang berjejer rapi. Kupikir tentang eksistensi Whiteland di Archi.
Buku ini berisi tentang bagaimana keadaaan Whiteland di tengah percampuran manusia Archi dengan Bumi. Mereka tak memberikan akses untuk percampuran. Melarang masyarakat mereka menikah dengan bukan sesama Whiteland. Sayangnya menurut pendataan pihak Whiteland, hampir 10% berdarah campuran. Dan hanya 90% keturunan asli.
Whiteland juga tak memberikan keterangan tentang nenek moyang mereka dulu. Yang jelas Weldorm adalah pemimpin ke sekian. Jadi aku tak tahu asal rambut silver ini.
Meraka menutup semua akses ke masa lalu, tak ada yang menuliskan tentang bagaimana Whiteland. Seperti apa mereka, kemampuan apa yang mereka miliki, dan sebagainya. Sudah hampir setengah perpustakaan kujelajahi dan begitulah akhirnya.
Pasti mereka takut bila negara lain tahu kelemahan mereka. Siapa yang harus ditanyai. Setengah lagi pasti kisah romance atau cerita saja.
Stttttzzz...
Suara ini?
Lampu perpustakaan padam. Derap langkah kaki menggema seantero perpustakaan. Aku bersembunyi dibalik rak atas menggunakan kemampuan Greenland. Lampu-lampu kecil berhamburan memeriksa tempat-tempat. Itu Demoter.
Dorrr.... Dorrr...
"Arghttt..." Seseorang berteriak.
"Sial, dia bukan anak bumi itu."
Mereka sudah kelewatan, aku mengendap-endap meloncat ke sisi rak. Berjalan di atas dan melihat lampu kecil terus berjalan. Dari sini aku tahu, seseorang baru saja tertembak.
"Cari di atas!"
Aku turun pelan dan mengendap-endap kembali. Seseorang terkulai di lantai, dia mengalami luka diperutnya. Entah siapa dia. Aku membopongnya dan berubah menjadi Blackland. Tak ada cara lain selain menerobos keluar. Dengan cepat aku berlari sembari menabrak.
Dorrr... Dorrr...
"Auggg..."
Mereka menembak lenganku, aku berlari keluar dan menubruk pintu dengan sangat keras. Di depan para Demoter melihatku. Aku berlari dan melompat ke sisi gedung yang tak terlalu tinggi. Aku hanya perlu ke rumah sakit.
Dorrr... Dorrr...
Kemana orang-orang, jalannya sangat sepi sekarang. Aku terus berlari sampai menemukan palang jalan.
'Jalan diperbaiki'
Mereka tahu aku kesini, aku berlari lagi entah berapa pasang mata menatapku. Asalkan orang di belakang aman, aku bisa berlari kembali.
Perlu 10 menit untuk sampai ke rumah sakit.
"Tolong dia!" Pintaku pada seorang suster kurasa.
Dia panik dan membawa orang yang kubawa. Ternyata seorang wanita setengah baya. Aku terduduk lemas dan melihat cucuran darah dilenganku.
"Ke-kemarilah, lu-lukamu harus diobati." Seorang perempuan terlihat ketakutan.
Aku masih berwujud Blackland, pasti akan ada berita utama lebih parah lagi.
"Tolong selamatkan dia, dia baru saja tertembak di perut.".
"Kami akan berusaha sekuat tenaga, silahkan duduk."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanfare ( END )
Science FictionTrea harus merasakan berbagai kejadian-kejadian di luar pemahamannya. Semuanya terkuak satu demi satu sampai akhirnya dia menerima fakta bahwa dia adalah Sioner. Hidup dalam pengejaran dan diburu. Bahkan dia tak tahu dunia apa yang menantinya nanti...
