"Ini bukan hanya tentang aku dan dia. Tapi tentang apa yang dia yakini dan apa yang aku takuti. Tentang batas yang tidak mungkin kami langkahi."
.
.
.
Sebagai perempuan Indonesia yang sudah memasuki fase quarter life crisis, tuntutan menikah sudah s...
Sengaja tidak menjawab, agar Harvey percaya aku benar-benar tidur.
"Kok badanmu panas?" Harvey menarik tubuhku secara paksa sampai akhirnya aku membuka mata.
"Aku ngantuk, Harv."
"Kamu sakit? Pris! Kalau kamu sakit, jangan menginap deh. Kamu istirahat di rumah aja."
Astaga! Bisa-bisanya apa yang kutakutkan justru berbanding terbalik dengan kenyataan.
Bukannya mengajak melakukan yang aneh-aneh, justru Harvey mengajak perang.
Emosi yang sedang tidak stabil berhasil membuatku tersulut akan perkataan laki-laki itu.
"Aku nggak sakit, Harvey."
"Nggak sakit gimana? Cek sendiri suhu badanmu. Kalau kamu positif covid dan nular ke aku, terus aku menularkan lagi ke orang-orang di kantor, bisa panjang urusannya, Pris!" Suaranya yang meninggi benar-benar membuatku pengin meledak.