ARC 4 (DT 25)

1.9K 429 22
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Setelah kejadian tak mengenakan tadi malam, protagonis wanita menghilang begitu saja. Sedangkan Alvin terbangun dengan wajah sembab sehabis menangis. Tak ada yang mengungkit peristiwa kemarin malam, tak ada juga yang repot - repot mempertanyakan dimana protagonis wanita berada, tapi melihat sikap para protagonis pria yang lebih menjaganya membuatnya setengah kesal. Walau begitu perjalanan mereka tetap berlangsung. Perjalanan kali ini cukup singkat. Tak ada rintangan. Kecuali suasana gelap dan mencekam yang pekat.

Gua itu begitu besar, terdapat dahan raksasa yang kering disisi kanan dan kirinya membuat lokasinya sedikit tersembunyi. Ketika kakinya melangkah masuk sebuah notifikasi terdengar dikepalanya

"MISI TERSEMBUNYI KEMBALI DIPICU"

"LOADING......,"

"MENGETAHUI RAHASIA MUNCULNYA MUTAN KEDUNIA INI"

Membuatnya mengeryitkan dahi bingung.

"Lihat kemari"

Semua orang menghampiri Raon, diujung Gua tepatnya didinding - dinding Gua yang dipenuhi oleh ukiran aneh, ada sebuah lukisan seekor binatang, manusia dan juga tulisan yang begitu rumit "Sepertinya diukir oleh benda tajam" licius merabanya pelan, tampak memikirkan sesuatu, memperhatikan ukiran itu dengan cermat "Ini pertama kalinya aku melihat huruf seperti ini"

"Disini tertukis Pater noster, yang berarti TUHAN KAMI" Ujar Karmiel.

"Bagaimana kau tahu?"

"Aku pernah melihatnya dibuku sejarah peradaban manusia 300 tahun yang lalu"

Alvin melihat sekitar, semua orang tampak begitu fokus pada ukiran didinding, bocah itu terlalu pendek untuk melihatnya apalagi didepannya adalah para pemuda jangkung, alhasil si kecil berjalan kedalam Gua sendirian. Misi itu mengatakan jika ia harus mengathui rahasia munculnya mutan , mungkin ia bisa menemukan beberapa Clue didalam. "Akhh!" Kakinya tersandung, ia pun terjatuh.

"Aduhhh....UWAHHH!!!" Sekali lagi ia berteriak, bagaimana ia tidak terkejut? jika didepannya ada sebuah kerangka manusia yang masih lengkap dengan pakaian dan topinya. Karena teriakannya, semua orang secara setempat menghampiri bocah itu "Ada apa?" George datang mengangkat tubuhnya dengan khawatir. "Tidak apa - apa kakak, Aku hanya terkejut" Melihatnya tampak baik - baik saja. Membuat pemuda dengan masker itu menghela napas lega. Dan kini menyingkirkan tenggorak itu pelan "Seperti mayat yang sudah lama sekali..."

"Tunggu bukankah itu sebuah buku?" Raon mengambil buku dari samping tengkorak itu. Begitu lusuh dan kotor , sebagian cover nya sudah robek namun ada sebuah kata diatasnya 'Jeremy'

Sebuah Nama.

"Seperti buku Harian" gumamnya sembari membuka beberapa lembar buku dengan cepat. Kemudian Raon mengangkat buku itu dan memandang yang lainnya. Melihat seluruh pasang mata menatapnya, alis pemuda itu naik "Apa? Kalian ingin aku membacanya?" Berdecak pelan "Bukankah memalukan mengintip buku harian seseorang?" Membuat yang lainnya memutar mata jengah. Raon berhenti sejenak, menatap Alvin dan menyerahkannya pada bocah yang kebingungan itu.

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang