83

166 14 1
                                        

Jisoo dan Seulgi akhirnya memutuskan untuk ke kafe, mereka mengajak beberapa teman juga termasuk guru Suho dan Jaehwan yang bergabung dengan mereka.

Enaknya lagi, Guru Suho bawa mobil, jadi mereka semua menumpangnya dengan Suho, perlu di garis bawahi jika Jisoo orangnya memang tidak bisa menyetir, kemudian Seulgi pulang-pergi memang naik bus, dan Jaehwan apartemen sewaannya hanya 5 menit jalan kaki dari sekolah, jadi guru Jaehwan tak butuh kendaraan apapun. Just walking casualy ke sekolah untuk mengajar.

Didalam mobil Suho yang suranya bisa sekali di adu dengan guru Jaehwan mereka berduet lagu balad. Apalagi Guru Suho juga orangnya agamais dia punya keyakinan dan sering ke gereja. Wah, mantap betul didalam mobil mereka karaoke an. Hari jumat ini sudah last day before weekend, jadi yah, sekolah bubaran lebih cepat, kecuali bagi guru yang ambil jam tambahan karena 1 dan lain hal.

Jisoo sudah menyalakan hpnya setelah beberapa jam lalu pinjam cargeran kepada Seulgi.

Ketika dinyalakan ada riwayat misscall dari Ibu nya, dan beberapa pesan. Jisoo membaca 1 persatu pesan ibunya sampai habis. Ibunya bertanya Jisoo ada dimana? Jisoo tinggal dimana, sebab Ayah Dong Wook tidak mengijinkan Jisoo ada dirumahnya. Dan bagaimana keadaan Jisoo?

Jisoo disuruh untuk menghubungi balik Ibunya dan si Ibu berkata kalau Jennie ada bersama Ibu dan Yoongi, jadi Jisoo tak usah memikirkannya terlalu sampai cemas. Kemudian, Jisoo membalas jika ia baik-baik saja dan dia tinggal bersama kekasihnya.

.
.
.
Singkatnya para rombongan guru sampai di kafe, namanya Itaewon Sound of Grill sudah pasti restoran kafe bakar-bakar daging. Dan mereka akan makan siang disana.

"Ayoo pesan-pesan-pesan~~" ketika sudah dapat meja yang pas. Jaehwan berkata untuk mempercepat para guru menentukan menu nya.

"Pesan paket untuk 4 orang saja... biar praktis" ungkap Seulgi.

"Aku setuju, minumnya soju saja" kata Jisoo.

"Siang-siang minum soju dingin, kau serius?" Tanya suho menatap Jisoo.

"Wae? Apa bedanya dengan bir? Atau kau mau bir?" Tanya Jisoo balik.

"Anniyaa, soju dingin saja, tambah yakult okey~" Suho akhirnya setuju.

"Baiklah.."

Grasak - grusuk para guru yang makan siang disana terdistrak dengan breaking news yang tersiar di tv kafe. Mengenai berita perampokan dan juga kasus politisi KDW yang kembali mencuat dengan updatean terbarunya.

"Ppsstt!.. itu ayahmu kan?" Tanya Seulgi sambil bisik-bisik.

"Mm... tolong jangan dibuat gaduh, kita ada di tempat umum" Jisoo balik berbisik.

"Ahh kurang ajar sekali Kim Dong wook!!... bisa-bisanya dia mengkorupsi uang Negara!!!... orang hina sepertinya pantas mendapatkan hukuman mati!... apalagi kemarin wilayah perbatan kota di Busan habis kena bencana badai, dan alokasi uang negara harusnya bisa di pakai untuk membantu mereka yang membutuhkan!!" Suho yang menyetuk panjang serta lebar dan di barengi oleh opini Jaehwan kemudian.

"Nde nde... aku juga tidak percaya sih, karena pada awalnya aku tau Kim Dong Wook itu independent yang pro rakyat! Tapi ujung-ujungnya sama saja lintah berdasi, aku yakin dia dan keluarganya tidak akan bisa hidup tenang" kata Jaehwan.

"1 negara sudah mengutuknya sebagai iblis" sela Suho kemudian.

Berita itu pun berakhir, yang katanya kejaksaan menemukan bukti kongkrit mengenai kasus korupsi, pencucian uang dan pembelian jabatan dilingkungan pns oleh Kim Dong wook.

Seulgi senyum canggung dan tak mau ikut adu argumen dengan guru pria itu. Sementara Jisoo tidak menyikapi apapun, dia hanya hening dan membiarkan rekannya menghina ayahnya, karena patutlah dia mendapatkan cemohoan public yang kecewa berat padanya.

Little Title For Us #Wattys2019 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang