Malam hari, udara di Seoul tidak bersahabat sama sekali. Dingin dan berangin, juga terasa masih lembab karena sore harinya di guyur hujan intesitas sedang sekitar pukul 3 sampai 6 sore.
Dan disinilah sekarang, sosok pria dengan rahang tegas dan wajah tampan bernama Choi Woobin sedang duduk di kursi kebesarannya, dan santai menonton setiap Video yang dikirimkan oleh Ajudannya. Isi video itu adalah kekacauan Kim Jisoo yang sudah dibuat menderita oleh dirinya. Dan juga selingan dari laporan Video yang Kim Haneul kirim mengenai kegiatan Kim Seokjin di wilayah drom militer yang terpencil itu.
Choi Woobin tertawa begitu puas meliat keberhasilannya membuat 2 orang itu tersiksa dan terpisah. Tidak ada belas kasihan sama sekali, jutsru Woobin sangat menikmati tontonan bagus ini.
Kemudian, laporan hasil penyelidikan Kim Dong Wook juga sudah dikirim melalui email oleh pihak kejaksaan. Woobin pun beralih menonton Video saat Dong wook di Introgasi dan juga Woobin mendapatkan video terbaru bagaimana sengsaranya Kim In Na yang menetap di sel tahanan khusus wanita dari tadi pagi hingga malam ini.
Well, bravo, permainannya langsung bisa menghancurkan 1 keluarga dan menggilas habis karir Kim Seokjin, seorang Kapten Polisi yang dulunya bersahabat dekat dengan Woobin, sebagai tangan kanannya dan orang kepercayaan Woobin.
Coba, sandingkan Woobin dengan Iblis, maka Iblis pun akan minder dengan kelakuan luar biasa jahatnya Woobin kepada orang-orang yang tak bersalah.
Kemudian Woobin menelpon Haneul, memberikan printah untuk mengirim Seokjin ke medan pertempuran jika nanti serikat komunis Korea utara membuat masalah dengan negara serikat Korea selatan. Disana Seokjin harus mati.
.
.
.
.
.
Rumah sakit.
Pukul 21.00PM
PLAK!
1 tamparan telak di terima oleh pria tampan bernama Min Yoongi.
Pelaku penamparnya adalah Kim Jisoo. Dengan berlinang air mata Jisoo menampar pipi Yoongi begitu keras menggunakan tangan Kirinya, sebab bahu kanan Jisoo tidak bisa di gunakan, kondisi retaknya tulang Bahu membuatnya tidak bisa melakukan pergerakan spontan dari tangan kanannya.
"Bunuh saja aku sekarang Kim Jisoo!"
Pinta Yoongi dengan sangat gentleman. Yoongi ingat kata-kata pedas yang Jisoo ucapkan saat dirinya berpapasan di UGD tadi siang.
Iya, Jisoo memang sempat berkeinginan untuk membunuh Yoongi dan Yoongi sendiri juga akan merelakan nyawanya berakhir di tangan Jisoo.
Ruang VIP yang ditempati oleh Jennie begitu senyap, hening dan sesak oleh atmosfir emosi kesedihan dan pedih sekali rasanya ketika mereka kehilangan hal yang berharga.
"Aku memang akan membunuhmu!"
Balas Jisoo dengan nada penekanan dan tentu saja aksen gigi bergemeretuk yang menandakan dia sangat marah.
Bayangkan saja kakak mana yang rela melihat adiknya menderita?
Tidak ada kakak yang sekejam itu!
Tidak ada kakak yang setega dan setidak peduli itu pada adiknya.
Tidak!
Jisoo tidak jadi sosok kakak yang jahat seperti itu!!
Meskipun kita ketahui jika Jisoo memang sempat merasa iri pada Jennie karena Ayah dan ibunya selalu membela Jennie, tapi jauh didalam lubuk hatinya Jisoo sangat menyayangi Jennie apalagi sekarang hanya tersisa mereka berdua saja. Setelah kejadian naas menghancurkan keluarga mereka.
"Maafkan aku..."
Yoongi rela bersujud didepan Jisoo. Dirinya benar benar tidak tau, hal apa lagi yang bisa ia lakukan untuk menebus semua ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romans"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)