"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?"
"Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat.
"Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku lupa. Entah mulai sejak kapan rasanya, dadaku bergemuruh hebat hari ini.
Jantungku juga berdetak tak karuan saat aku tau, jika Kim Jisoo saat ini ada di depanku. Aku sebenarnya merasa gugup dan tercengang kaget bisa bertemu dengan Jisoo dalam situasi seperti ini.
Tapi karena aku adalah tipe lelaki yang tenang, maka aku bisa menutupi segala ekspresi keterkejutanku dengan wajah datarku. Seolah aku menilai semua kejadian di bumi nampak biasa saja tidak ada yang istimewa, mengharukan, menyedihkan atau kejadian hebat sekalipun!
Walaupun aku berlaku tenang dan kalem, tapi tetap saja ketika Jisoo menyerangku menggunakan tatapannya yang lembut, ditambah sebuah senyum cerah yang setara dengan sengatan listrik seratus ribu volt. Tentu hal itu mampu membuatku tewas kejang-kejang dalam hitungan detik.
Akan aku beritahu pada kalian jika yeoja ini...
Aniyo!
Maksudku, wanita bernama Kim Jisoo ini, adalah yeoja cantik yang aku rindukan di dalam hidupku selama beberapa hari belakangan ini.
Setiap kali aku tidur, bekerja di kantor atau sedang berdiam diri dirumah. Selalu saja ada sekelebat bayangan wajah lembutnya melintas di pikiranku. Itu membuatku gelisah, sekaligus merasa kesepian karena aku sangat merindukannya.
Aku memendam dalam-dalam rasa rinduku selama hampir seminggu penuh. Tapi untuk hari ini, aku bisa meluapkan semua perasaan itu. Ketika dia menyebut namaku begitu lantang dan bersemangat.
"Kim Seokjin!..." begitu aku mendengar Jisoo menyebut namaku tadi.
Suaranya begitu hangat, ramah, enerjik, dan tidak sabaran. Intinya caranya menyebut namaku terlihat sangat imut dan menggemaskan!
Aku membalasnya, dengan senyum tipis andalanku.
Apakah aku kejam padanya karena aku meresponnya terlalu dingin?
Ah... semoga sikapku tidak diambil hati olehnya.
Tapi aku yakin, Jisoo pasti mengerti. Mengingat kami cukup dekat semenjak kejadian di rumah sakit beberapa waktu lalu.
Jisoo kembali bicara, dan aku mendengarkannya. Dia berkata jika 'Ia tidak percaya akan bertemu denganku ditempat ini'
Aku pun sama.
Siapa sangka, kami bisa datang ke acara yang sama tanpa janjian terlebih dahulu. Huh?
Apa ini sebuah kebetulan? Atau hari ini adalah hari keberuntunganku?
Aku dan Jisoo masih berhadap-hadapan. Kami seperti memiliki dimensi sendiri, dimana kehadiran orang lain tak ubahnya seperti background tayangan video yang diputar dengan efek editan blur mengitari kami berdua.
Apa memang begini rasanya saat kau berada di dekat orang yang membuat hatimu bergetar?
Kesimpulannya....
Apakah aku sudah mulai menyukai Jisoo?
Rindu yang aku pendam ini, sangat menyiksa. Tapi aku merasa lega saat melihatnya.
Jadi.....
Apakah sekarang, bisa dibilang jika aku mulai menyukainya?
Apa ini.... Yang namanya cinta?
'Ottoke yo?...' aku menghembuskan napas gusar.
Kenapa aku sangat sulit mengerti dengan perasaanku sendiri!!
Aku sebenarnya sedikit gengsi harus mengakui, jika sepertinya aku mulai merasa jatuh cinta pada seorang wanita.
Seseorang tolong katakan jika mulai detik ini juga, aku harus berjuang untuk mendapatkan hati yeoja bernama Kim Jisoo ini!!!...
Aku akan merasa gila, jika aku kehilangan senyum hangatnya. Aku juga akan merasa hancur saat orang lain memilikinya. Jadi kalian jangan halangi aku untuk mendapatkan cintanya!
Aku bertekad akan menyingkirkan siapapun yang berani menghalangi jalanku.
Aku akan melindunginya...
Dan didetik ini juga, aku ingin menjadi salah satu orang yang berharga dihidupnya.
Kim Seokjin kau pasti bisa!!...
Hahaha... Aku merasa sudah seperti bocah, saat menyemangati diri sendiri seperti ini.
Tapi mau bagaimana lagi, saat ini aku memang membutuhkan suntikan semangat. Sebab, aku tidak mau menyerah sebelum bertarung untuk mendapatkannya.
Aku tidak tau akan seperti apa, rintangan yang mungkin akan aku temui untuk mengamankan Jisoo menjadi istri masadepanku. Setidaknya dengan begini, aku sudah memulai langkah awal yang positif dengan memotivasi diri sendiri.
Jisoo juga bercerita padaku, jika dia datang kemari untuk menemui adiknya. Tapi sayang sekali, ponsel adiknya tidak bisa dihubungi. Sampai sekarang mereka masih belum bertemu.
Apa artinya, ini kesempatanku untuk mengajaknya mengobrol lebih lama?
Jisoo berujar, jika dia tidak menemukan adiknya sekarang. Maka dia akan pulang. Tapi sebelum itu terjadi, aku cepat-cepat menahannya. Lalu aku menawarkan diri, untuk mengajaknya singgah disalah satu cafe yang ada di mall ini.
Aku ingin mengobrol lebih banyak dan mengenal sosok Jisoo lebih dalam.
Dan Jisoo menerima tawaranku dengan senang hati. Atau bisa dibilang, sepertinya dia sendiri tidak bisa menolak ajakanku. Benar begitu'kan Mrs. Jisoo?
Diluar dugaanku, Jisoo justru begitu bersemangat malahan. Aku jadi kepikiran, apakah tubuhnya sudah benar-benar sangat sehat. Hingga dia bisa melompat-lompat kegirangan seperti ini?
Bukankah kemarin Jisoo mengalami cidera?
Aku rasa dia yeoja yang aneh. Tapi aku sangat menyukainya.... . . Tbc . Jangan malu untuk bom vote ya... kalian boleh bom vote sebanyak-banyaknya :) makasi...