Jin memeriksa lagi pesan masuk di ponselnya. Dan Itu dari Jihyo.
Tadi yeoja itu menelpon hanya untuk memastikan jika Seokjin masih menunggunya. Dan pesan terakhir mengatakan jika Jihyo sudah selesai dengan acara fansignnya, ia juga sudah mendapat signature dari Jihoon dan ingin segera pulang.
Jin bernapas agak lesu, lalu sedikit menggaruk ujung poninya sebelum menyimpan ponsel ke dalam saku celana.
Untungnya Jisoo sudah pulang diantar oleh supirnya, jadi sekali lagi Jin bisa mengurus Jihyo untuk yang terakhir kalinya hari ini.
Padahal tadi Seokjin sudah menawarkan diri untuk mengantar Jisoo pulang, setelah acara makan siang mereka usai. Tapi apalah daya ketika Jisoo berkata bahwa ia akan pulang bersama supir pribadinya, karena sedari awal dia memang ditunggui oleh supirnya itu di dalam basemen.
Dengan berat hati Seokjin kembali melangkah menuju ke pusat keramaian. Tatapan wajahnya datar, meskipun atmosfire kegembiraan senantiasa terpancar dari ratusan orang yang mengelilingi mall tersebut. Terlebih semua orang berteriak histeris dan begitu gembira kala melihat Park Jihoon memberikan wink dan aegyo-nya pada mereka.
Persetan dengan semua itu!
Seokjin tetaplah Seokjin. Sampai dunia runtuh'pun seperti tak akan ada orang yang bisa mengukir, bahkan hanya seper-enambelas sudut garis lengkungan senyum di wajahnya, hal itu mustahil dilakukan. Kecuali kalian ingin mengadakan sayembara atau stand up komedi yang benar-benar lucu dihadapannya barulah namja itu akan terkekeh. Yaampun, Seokjin benar-benar pria abnormal dengan ketampanan yang luarbiasa!
Sesampainya di tempat semula, dimana Jihyo dan Seokjin tadi berpisah. Jin benar-benar mematung untuk menunggu Jihyo, katanya ia sudah selesai tapi Jin tak menemukan batang hidungnya dimanapun.
Lalu ponsel Seokjin tiba-tiba bergetar, dengan cepat diangkatnya ponsel itu.
"Yeoboseyo? Aku sudah ada disini!" Seokjin menyerca lebih dulu, tentu ia tak memberi Jihyo jeda untuk bicara duluan.
"Nde, cepatlah!" Jawab Seokjin, lalu mematikan ponselnya.
Beberapa saat kemudian, Jihyo datang dengan berlari kecil.
"Oppa!!" tatanya.
Seokjin mengangkat alisnya agak aneh. Jihyo ngos-ngosan dengan tangan kanan memegang dada, lalu tangan kirinya menopang pinggang.
"Oppa kau tidak akan tau bagaimana sulitnya perjuanganku untuk mendapatkan semua ini! AKU LELAH SEKALI!!..."
Seokjin masih diam, dan membiarkan Jihyo mengoceh sedemikian rupa.
Yeoja itu membeberkan sebuah kantung plastik besar berwarna putih. Tak lupa juga di plastik tersebut bertuliskan logo dari nama acara fansign yang diadakan oleh Park Jihoon.
Oh itu adalah oleh-oleh tambahan yang Jihyo beli, karena barang-barangnya terlihat sangat imut dan menggemaskan. Jihyo sendiri berencana akan membagi-bagikan hadiah yang ia beli pada temen-temannya di kantor besok pagi.
"Ayo pulang" ajak Seokjin.
"Oppa! Kau tidak mau berkomentar apapun?? Aish, seperti biasa kau sangat irit bicara, bahkan di saat kau bersamaku..." keluh yeoja itu.
Mendengar itu Seokjin merasa seperti pria jahat. Tapi memang benar Seokjin sendiri merasa tidak ada kepentingan apapun baginya untuk menanggapi ocehan Jihyo.
"Makanya aku mengajakmu pulang, katanya kau lelah" balas Seokjin kemudian.
"Eh... Benar juga ya, aku sudah tidak kaut berdiri lagi Oppa... Ternyata mengantri itu tidak menyenangkan. Kakiku rasanya sakit dan pegal terlalu lama berdiri!!!" keluhnya berulang-ulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)