Didalam mobil Seokjin.
.
.
"Sebaiknya kau tidak memintaku untuk menemanimu pergi kemanapun lagi!..."
Jihyo lekas menatap Seokjin. Mereka sekarang berada didalam mobil sedan yang melaju agak pelan, karena beberapa meter didepan sana mereka akan segera sampai ke tempat tujuan.
"Memangnya kenapa oppa? Apa salah jika aku ingin pergi dan selalu dekat dengan orang yang aku cintai??" Jihyo menyerangnya.
Jin terdiam sesaat. Lalu ia memutar setir kemudinya, menuju parkir basemen yang tersedia di mall tersebut.
Seokjin, benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Jihyo. Bukannya sudah jelas terlihat jika, ia merasa sangat tidak nyaman saat berada didekat yeoja itu. Dan sudah seringkali juga Jin, menolak pernyataan cinta dari Jihyo. Namun semua hal yang Seokjin lakukan seolah tak berdampak bagi wanita itu.
Jihyo benar-benar orang yang bebal!
Setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, Jin lantas menatap balik Jihyo dengan pandangan cukup dalam sedikit mengancam.
"Berhenti melakukan itu... Karena aku jelas tidak akan bisa membalas perasaanmu, dan apapun yang kau dengar dari Ibuku tadi... Tolong lupakan! Lalu satu lagi, kau harus sadar jika ada orang lain yang sangat perhatian padamu... Larilah padanya, karen hanya dialah orang bisa membahagiakanmu. Aku rasa kau sudah cukup paham dengan apa yang aku katakan barusan!"
'Jimin pasti akan salah paham lagi padaku jika dia tau, aku pergi dengan Jihyo hari ini' Jin membatin, ia memikirkan perasaan Jimin yang mungkin akan marah padanya. Karena bagaimanapun juga Jin sendiri sudah tau, jika sahabatnya itu sangat menyukai Jihyo.
Oleh sebab itulah Jin, selalu berusaha untuk menjaga jarak dengan yeoja itu dan memang Jin sendiri juga tidak terlalu tertarik pada Jihyo. Sudah jelas kalau perasaan Jihyo hanya akan bertepuk sebelah tangan jika ia masih terus mengejar-ngejar Seokjin.
Jin lalu melepas sabuk pengamannya. Ia bergegas keluar dari mobil. Jihyo'pun langsung mengikutinya dengan cepat.
"Jin oppa... Aku mengerti dengan maksudmu dari perkataanmu itu. Tapi kau harusnya jangan memaksaku untuk berhenti mencintaimu. Nanti aku bisa sakit!!"
Seokjin sudah berjalan di depan dengan menyimpan kedua tangannya didalam saku celananya.
Jin seolah tuli, kemudian Jihyo yang berusaha keras guna menyusul namja itu. Akhirnya mampu menyamakan langkah mereka.
"Keras kepala..." desis Seokjin begitu dingin.
Sayangnya, sikap Jin yang dingin. Justru membuat Jihyo semakin jatuh kedalam pesona lelaki itu. Bagaimanapun menurut Jihyo, Kim Seokjin itu sangat tampan ketika wajah datar dan juteknya tampil di depan publik.
Sungguh Jihyo sangat menyukainya, dan semua orang juga akan setuju jika Seokjin adalah lelaki yang paling tampan di negeri ini.
"Aku bukan orang yang keras kepala.. Oppa harusnya senang karena aku termasuk orang yang gigih, masih setia mengejar oppa sampai detik ini..." balas Jihyo dengan senyum kecilnya.
"Jangan salahkan aku, jika setelah ini kau akan merasa terluka..."
"Selagi aku belum merasakannya, aku tidak akan menyalahkanmu oppa..." ucap Jihyo.
Ia melirik tangan kiri Seokjin. Jihyo benar-benar berharap jika telapak tangan hangat nan lebar itu akan menggandeng jari-jemarinya begitu erat.
"Jangan melihat kebawah terus!"
Jihyo tersentak kala bahunya tiba-tiba di cengkram oleh Seokjin. Namja itu menyelamatkan Jihyo dari mobil yang hampir menyerempet dirinya.
Salahkan saja Jihyo yang hanya fokus menatap tangan Seokjin, hingga ia tak sadar jika sebuah mobil melaju dari arah depan, dan agak memepet kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Title For Us #Wattys2019 [END]
Romance"Yah, sayang sekali... Aku pikir Nona ini pacarmu, kau betah sekali menjomblo kak... Kapan kau menyusulku untuk menikah?" "Jika aku sudah mood mungkin" balas Seokjin tanpa minat. "Kapan kau akan mood untuk menikah dasar kakak bodoh? Ingat umurmu it...
![Little Title For Us #Wattys2019 [END]](https://img.wattpad.com/cover/162163946-64-k551043.jpg)